• Breaking News

    Ada DNA Babi Pada Suplemen, DPR Diminta Prioritaskan RUU POM

    Viostin DS dan Enzyplex  (Foto: Net)

    Kejarfakta.com. Jakarta- Suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet, mengandung DNA babi, ini diketahui setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan hasil uji sample pada suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet tersebut. BPOM sudah meminta kapsul buatan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories itu ditarik dari peredaran

    Rapim DPR pun telah memutuskan dua hal soal suplemen mengandung DNA babi itu. Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkap hal pertama yakni DPR meminta Komisi IX DPR melakukan peninjauan langsung ke pabrik tersebut, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kedua meminta masyarakat tetap tenang.

    Pengamat Kebijakan Publik UI Riant Nugroho meminta DPR segera memprioritaskan pembahasan RUU Pengendalian Obat dan Makanan (POM) yang pernah diajukan pemerintah beberapa waktu lalu. Tujuannya, agar masyarakat mendapat jaminan kepastian hukum jika ada pelanggaran aturan atas produk obat dan makanan yang beredar di pasar.

    Dia menilai dengan adanya UU POM, BPOM memiliki kewenangan penuh buat melakukan pengawasan sejak hulu (registrasi hingga pasca produksi) hingga hilir (pasar).

    "Saat ini BPOM tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi seperti penutupan pabrik, jika ditemukan pelanggaran atas izin produk tertentu. Karena kewenangan penutupan pabrik ada di Kementerian Kesehatan," katanya, Minggu (04/02).

    Menurutnya, dengan adanya UU POM nantinya BPOM akan bertindak sebagai operator yang mengendalikan peredaran obat dan makanan di masyarakat. Sementara Kemenkes hanya sebagai regulator.

    Dia juga menyatakan DPR harusnya mengapresiasi hasil temuan BPOM terkait kapsul Viostin DS dan Enzyplex yang diketahui mengandung minyak babi tersebut. Menurutnya, selama ini yang mengeluarkan izin peredaran produk kesehatan adalah Kemenkes dan pengawasannya berada di bawah kewenangan BPOM.

    "Sehingga BPOM sama sekali tidak mempunyai kewenangan menutup pabrik produk tersebut," katanya. [dan]

    Seperti Dikutip: Merdeka.com

    No comments

    Post Top Ad