• Breaking News

    10 Peserta Seleksi JTP Pemkab Lambar Ikuti Penjelasan Tim Asesor

    Sepuluh Peserta seleksi jabatan tinggi pratama (JTP) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sedang mendengarkan penjelasan dari Tim Asesor.

    Kejarfakta.com, Lambar- Sepuluh Peserta seleksi jabatan tinggi pratama (JTP) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengikuti kegiatan penjelasan dari tim asesor dan panitia seleksi. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam seleksi terbuka, Selasa (24/04/18) di ruang rapat pesagi Pemkab Lambar.

    “Para peserta yang telah mendaftar dalam seleksi terbuka JPT tersebut diberikan penjelasan tentang tahapan-tahapan seleksi yang akan dilaksanakan, sehingga nantinya para peserta bisa bersiap diri,” ujar Kepala Sekretaris Pansel, Drs. Ismet Inoni, M.M.

    Dijelaskannya, dari sejumlah persyaratan umum yang ditetapkan oleh Pansel, para peserta wajib memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV, memiliki kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural sesuai dengan standar kompetensi jabatan yang ditetapkan, sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba.

    “Dan memiliki pengalaman dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang selama lima tahun,” terangnya.

    Selain itu juga harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas dan moralitas yang baik, usia paling tinggi 56 tahun per tanggal 1 April 2018. Kemudian mendapat pesetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian, pangkat minimal Pembina Utama Muda (IV/c) untuk Jabatan Sekretaris Daerah dan pangkat minimal Pembina (IV/a) untuk jabatan Kepala Disdikbud, Telah mengikuti diklat kepemimpinan tingkat II dan/atau tingkat III untuk Pejabat Pimpinan Tinggi/Administrator. Semua unsur penilaian prestasi kerja minimal bernilai baik selama 2 (dua) tahun terakhir.

    Selanjutnya, kata dia, persyaratan khusus untuk Sekkab pangkat minimal Pembina Utama Muda (IV/c), telah mengikuti diklat kepemimpinan tingkat II, sedang/pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi minimal selama 2 (dua) tahun, sedang/pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi minimal dalam 2 (dua) jabatan berbeda.

    “Untuk kepala Disdikbud, pangkat minimal Pembina (IV/a), telah mengikuti diklat kepemimpinan tingkat III, sedang atau pernah menduduki jabatan administrator atau JF jenjang ahli madya paling singkat dua tahun,” jelas Ismet.

    Kemudian, surat lamaran ditulis tangan dan bermaterai Rp 6.000,- dan ditujukan kepada Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kabupaten Lampung Barat dengan melampirkan berkas-berkas. “

    Berkas dimasukkan dalam amplop tertutup dan pada pojok kanan atas mencantumkan jabatan yang dilamar serta ditujukan kepada,” imbuhnya.

    Sepuluh Peserta seleksi jabatan tinggi pratama (JTP) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sedang mendengarkan penjelasan dari Tim Asesor.

    Seleksi terbuka atau lelang jabatan yang akan dilaksanakan tersebut untuk mengisi dua jabatan, berdasarkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara nomor B-748/KASN/04/2018 tanggal 3 April 2018. Jabatan yang pertama yakni Sekkab, dan juga Kadisdikbud.

    Seperti diketahui, dua jabatan tersebut sejak beberapa bulan terakhir diketahui masih lowong, untuk jabatan Sekkab dijabat oleh Penjabat (Pj) Akmal Abdul Nasir, S.H., dan untuk jabatan Kadisdikbud diemban oleh Pelaksana Tugas (Plt) Hi. Bulki Basri, S.Pd, M.M.

    Sementara itu Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menyampaikan, pola rekrutmen manajemen aparat sipil negara (ASN) yang dilaksanakan ini berdasarkan kompetensi dan kinerja pegawai yang diberlakukan secara adil.

    “Pola rekrutemen dengan cara seleksi terbuka ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung daya saing nasional yang bertujuan untuk menempatkan aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas yang pada akhirnya dapat menghasilkan kinerja yang memuaskan,” kata Parosil.

    Parosil menjelaskan, pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Lambar tahun 2018 juga bertujuan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan ASN agar dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.

    “Saya mengharapkan kiranya peserta seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama ini, dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh setiap tahap demi tahap semua proses yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi,” jelasnya. (rls/*)

    No comments

    Post Top Ad