Satu Pelaku di Door Polisi, Mahasiswa Otak Pembunuh Sopir Go-Car di Palembang Menyerahkan Diri
Tyas yang menyerahkan diri karena membunuh sopir taksi online di Palembang. Foto: (ist.)
Dia adalah salah seorang mahasiswa pelaku pembunuhan sopir Go-Car di Palembang, Sumatera Selatan, dia akhirnya menyerahkan diri. Setelah sebelumnya polisi telah menangkap dua pelaku, salah satu di antaranya tewas di tembak polisi.
Pelaku pembunuhan sopir Go-Car, Try Widyantoro (44) ini. langsung diperiksa oleh penyidik setibanya di Mapolda, untuk mendalami keterlibatannya dalam kasus pembunuhan ini, sampai saat ini Tyas masih diperiksa oleh penyidik Polda Sumsel.
"Pelaku meminta diantar oleh orang tuanya untuk menyerahkan diri karena ketakutan, setelah mengetahui dari media jika beberapa temannya telah ditangkap, bahkan ada yang meninggal," kata Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Erlin Tangjaya, Minggu (01/04/18).
Peran Tyas salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri di Palembang ini, terbilang sangat penting dalam kasus perampokan dan pembunuhan ini . Bahkan disebut-sebut sebagai salah satu otak pelakunya, sebelumnya polisi sudah lebih dahulu menangkap Poiman dan Bayu Irwansyah pada Kamis (29/03/18) sekitar Pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Perampokan dan Pembunuhan Supir Taxi Online, Ternyata Didalangi Oleh Mahasiswa UNSRI
Dari penangkapan ini, polisi berhasil menemukan jasad Try Widyantoro pada Jumat (30/03/18) dan langsung dievakuasi, saat ditemukan, Try yang hilang hampir 2 bulan ini sudah menjadi tulang, beberapa alat bukti yang ditemukan di lokasi tepian sungai Musi, Desa Muara Sungsang, Banyuasin. Di antaranya, baju, tali dan 16 buah tulang milik korban.
Sementara dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit mobil Avanza yang sudah diganti plat nomor dan STNK sepeda motor atas nama korban. Dari alat bukti dan keterangan pelaku ini, polisi menduga kuat tulang itu adalah milik korban.
Sebagaimana diketahui, Tri Widyantoro hilang usai mendapat orderan Go-Car dari Palembang menuju Kenten Laut, Banyuasin pada Kamis (15/02/18) lalu. Sejak saat itu korban tidak lagi pulang. Keluarga yang panik karena tak kunjung ada kabar langsung melapor ke Polresta Palembang. Selanjutnya kasus ditangani Polda Sumsel dan berhasil menangkap pelaku serta menemukan jasad korban.
"Dugaan kuat memang itu adalah korban dan ini dikuatkan dengan keterangan dari para pelaku. Sekarang ini sudah ada tiga yang ditangkap, tinggal satu orang lagi dan masih kami himbau agar menyerah," kata Erlin. (Ist)





No comments