Perjuangkan Warga Pekon Sukapura, Parosil Temui Dirjen Planologi
Kejarfakta.com, Jakarta- Selain
bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Bupati
Lampung Barat, Parosil Mabsus, juga mengadakan audensi dengan kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Selasa (14/05/18).
Bupati di damping oleh Ketua DPRD
Lambar Edi Novial, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Adi Utama, Kabag
Pemerintahan dan Otda Yudha Setiawan, Tim Fasilitasi Penyelesain Pekon (Desa) Sukapura,
dan Pokja 2.
Dalam Kunjungannya Parosil dan rombongan
di terima oleh Dirjen Planologi Kehutanan dan Lingkungan, Muhamad said.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati
meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyelesaikan
permasalahan yang ada di Pekon Sukapura Lambar. Yang mana 500 kepala keluarga
di Pekon Sukapura, Kecamatan Sumberjaya, resah atas sengketa yang mereka duduki
sejak 64 tahun lalu melalui program transimigrasi.
Warga telah menempuh berbagai cara
agar lahan mereka bisa menjadi hak milik. Karena lahan seluas 309 Ha itu diklaim
masuk Kawasan Hutan Lindung, yang belakangan diketahui masuk Register 45 B
Bukitrigis.
Maka dari pada itu, harapannya agar
dapat kiranya ditindak lanjuti sesuai dengan kewenangan yang ada, masyarakat
sudah lama berharap adanya kejelasan terhadap permasalahan yang dihadapi.
“Sekedar mengingatkan bahwa keberadaan
masyarakat Sukapura pada awalnya berada dan mendiami Pekon Sukapura waktu itu
diantar langsung oleh sang proklamator Ir, Soekarno,” ujar Parosil.
Selanjutnya Pemkab Lambar sangat
konsen dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, ini dibuktikan dengan kehadiran Bupati yang
secara langsung memimpin audensi tersebut.
Kemudian Hasil dari audensi tersebut
KLHK dalam hal ini, Dirjen Planologi akan segera menurunkan tim untuk melihat
secara langsung kondisi wilayah Pekon Sukapura, yang akan dijadikan salah satu
rujukan dalam mengambil keputusan nantinya.
“Ini artinya, dari hasil audensi tersebut,ada langkah nyata yang akan
dilakukan oleh kementrian KLHK, khususnya Dirjen Planologi,” terangnya. (rls/red)





No comments