Presiden Jokowi Sambut Perdana Menteri Cina di Istana Bogor
Foto: BBC.com
Kejarfakta.com, Jakarta- Di lansir dari pemberitaan BBC.com,
Sebelum pembicaraan bilateral, keduanya melakukan seremoni penanaman pohon,
sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Abraham Utama, dari Bogor.
Li sempat menanyakan bibit pohon yang ditanamnya bersama
Jokowi, "Apakah ini pohon yang spesial?"
Jokowi lantas menjelaskan singkat kepada Li dalam bahasa
Inggris, "Ini adalah pohon kamper dari Kalimantan."
Suasana santai terlihat di antara keduanya dalam sesi
penanaman bibit pohon itu. Usai menyerok tanah ke lubang pohon, mereka
mengambil beberapa gayung air dari ember untuk menyiram bibit.
Saat Jokowi mengambilkan handuk untuk tamunya, Li justru
mengajak Jokowi mengangkat ember dan menyiramkan semua air ke lubang bibit.
Foto: BBC.com
Merujuk pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pekan
lalu, kerja sama perdagangan dan investasi merupakan isu utama yang akan
dibahas Li dan Jokowi.
Proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung
adalah salah satu di antaranya. Retno berkata, Jokowi juga akan membahas wacana
peningkatan ekspor kelapa sawit, manggis, salak, pisang, dan sarang burung
walet ke Cina.
Merujuk pada data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),
Cina menduduki peringkat keempat dengan realisasi investasi terbesar di
Indonesia senilai sekitar Rp 47 triliun pada tahun 2017, tumbuh 27 persen ketimbang
tahun sebelumnya.
Berbeda dengan nilai investasinya yang hanya ada di posisi
keempat, jumlah pekerja asing asal Cina di Indonesia justru menempati urutan
pertama.
Foto: BBC.com
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah tenaga
kerja asing asal Cina hingga 2017 mencapai 24.804 orang, jumlah ini rata-rata
terus meningkat sejak 2007 yang saat itu jumlahnya baru 4.301 orang.
Li terpilih untuk kedua kalinya menjadi perdana menteri
Cina, Maret lalu. Periode pertamanya memegang jabatan itu dimulai tahun 2013.
Ketika menjabat wakil perdana menteri Cina tahun 2008, Li
pernah berkunjung ke Indonesia.
Kunjungan kenegaraan pejabat tinggi Cina sebelumnya terjadi
pada Oktober 2013. Ketika itu Presiden Cina, Xi Jinping, bertemu dengan
Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono.
Xi juga datang ke Indonesia pada April 2015, namun bukan
untuk pertemuan bilateral melainkan Konferensi Asia Afrika. (*)
Sumber: BBC.com







No comments