Semangat Beraktivitas di Bulan Ramadhan
Penulis : Angga Conni SaputraSemangat Beraktivitas di Bulan Ramadhan
Telah sampailah kita dipertengahan bulan Ramadhan. Berpuasa merupakan ibadah dan hubungan seorang hamba kepada ALLAH SWT, namun jangan lupa bahwa kita juga memiliki hubungan terhadap sesama manusia, seperti saat beraktivitas seperti bekerja, belajar dan lain lain.
Disinilah kita
dituntut untuk dapat bekerja sebagai professional yaitu Ihsan dalam menjalani
aktivitas dan kewajiban kita di masyarakat. Ihsan adalah istilah yang tepat untuk
menggambarkan kualitas hasil pekerjaan. Tidak semata didasarkan oleh etika
profesi tetapi yang jauh lebih penting didasarkan oleh etika Ilahi. Dengan
mendasarkan pada etika Ilahi ini, Insya Allah hasil yang dicapai akan maksimal
karena dilandasi oleh kejujuran dan petunjuk langsung dari Allah SWT.
Ihsan sesungguhnya adalah profesionalitas
yang lebih dari professional biasa. Karena professional berpatokan pada profit
maupun keuntungan lainnya, beda halnya dengan Ihsan yaitu menerima dengan
sepenuhnya, berusaha dengan sungguh-sungguh tanpa harus mengorbankan sesuatu
yang besar maupun menghalalkan segala cara yang tentunya tidak mementingkan
imbalan apapun baik dari sesame manusia maupun dari ALLAH SWT.
Seperti contoh yang pernah saya alami
pada saat menjalani bulan Ramadhan, dimana saya tidak siap dengan keadaan yang
biasanya saya lalui, sangat berbeda. Saat berada dikantor, saya menghadapi
banyak pekerjaan yang membuat saya sangat sibuk, karena tidak menjaga makanan
saya pun jatuh sakit, dan akhirnya tidak masuk kerja, hal tersebut akhirnya
menghambat kinerja teman-teman di kantor, sehingga mereka dikantor harus bekerja
lebih keras untuk membackup tugas saya dengan Sumber Daya Manusia yang ada. Hal
ini membuktikan karena hal kecil kita merugikan orang dalam hal yang lumayan
banyak
Karena itu beraktivitas layaknya ibadah
yang di dalamnya haruslah mengandung unsur Ihsan, maka pada saat berpuasa, kita
harus menjaga kondisi tubuh dengan baik, seperti menjaga makanan, dan olahraga
secukupnya.
Seperti pada contoh dibawah ini:
1. Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan
mengakhiri waktu makan sahur dengan waktu yang tak jauh dari saat terbit fajar.
Telah diriwayatkan dari Anas dari Zaid bin Tsabit, bahwasanya dia pernah
berkata:
تسَحَّرْنَا
مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى
الصَّلَاةِ قَالَ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ ذَلِكَ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً
“Kami pernah makan sahur bersama Nabi. Setelah itu beliau
langsung berangkat shalat”. Aku tanyakan: “Berapa lama jarak antara adzan dan
sahur?” Dia menjawab,’Kira-kira sama seperti bacaan lima puluh ayat.”
Hikmah
mengikuti Sunnah Nabi dengan mengakhirkan sahur memang banyak manfaatnya bagi
tubuh. Tubuh akan mempunyai tenggang waktu yang cukup guna membakar makanan
untuk dirubah menjadi kalori (energi), sehingga badan tidak akan lemas pada
siang hari
2. Hindari Tidur Setelah Makan Sahur
Kebanyakan
orang sering tidur setelah makan sahur. Salah satu faktor yang menjadi
penyebabnya, karena makan sahur saat masih tengah malam atau jauh dari terbit fajar.
Selain
tidak mengikuti Sunnah mengakhirkan sahur, shalat Subuh mungkin tak bisa
terjaga dengan baik (tidak tepat waktu). Keadaan ini akan rnembuat tubuh
menjadi semakin lemas pada siang hari.
3 Hindari Sikap Bermalas-malasan
Bermalas-malasan
tidak dianjurkan dalam Islam, apalagi di bulan Ramadhan. Tetaplah aktif
melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk amalan-amalan yang mendatangkan pahala
serta olah raga ringan.
Selain
mengerjakan ibadah utama, anda bisa menyibukkan diri dengan beberapa aktivitas
sosial yang juga mendatangkan pahala.
4.
Tidur Cukup
Usahakan
untuk cukup tidur agar sel-sel otot dan organ tubuh dapat pulih kembali, baik
siang maupun malam. Masing-masing orang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan
jam tidurnya, yang penting tidak berlebihan.
Tidur
berlebihan malah menyebabkan tubuh loyo, kulit wajah kering dan tidak segar.
Usahakan untuk tidur di siang hari maksimal sejam, bahkan beberapa penelitian
menyebutkan tidur 30 menit di siang hari setara dengan tidur 2 jam di
malam hari.
Bila
selesai menjalankan sholat tarawih, usahakan untuk tidur sesegara mungkin, hindari begadang dan
aktivitas serupa.
5. Menyegerakan Berbuka
Menyegerakan
berbuka merupakan Sunnah Rasulullah, dan akan mendatangkan kebaikan. Dari Sahl
bin Sa’ad bahwa Rasulullah telah bersabda:
لَا
يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Umat
manusia ini akan tetap baik selama mereka menyegerakan buka puasa
6. Saat Berbuka Memulai Makan dengan Rasa Manis
Saat
berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis, seperti kurma atau teh manis,
atau minuman manis lainnya. Demikian juga Rasulullah telah memerintahkan untuk
berbuka puasa dengan kurma. Jika tak memiliki kurma, maka hendaklah dengan air.
Dari
Anas bin Malik, dia bercerita: “Nabi,
biasa berbuka dengan beberapa buah ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan
shalat. Jika beliau, tidak mendapatkan ruthab, maka beliau berbuka dengan
beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik). Dan jika tidak
mendapatkan tamr, maka beliau meminum air”.
Memberi
sesuatu yang manis pada tubuh saat perut dalam keadaan kosong lebih diterima
dan bermanfaat bagi anggota tubuh, apalagi badan yang sehat, akan menjadi kuat
kembali.
7. Hindari Minum Air Dingin atau Es
Sudah
disebut di atas, apabila tak ada kurma, minumlah air putih. Pada saat puasa,
tubuh mengalami kekeringan atau dehidrasi, sehingga apabila dibasahi dengan
air, maka akan sangat bermanfaat memberi kesegaran bagi tubuh.
Sebaiknya
hindari untuk langsung minum air dingin atau air es, karena akan menyebabkan
perut kembung. Juga minuman-minuman yang mengandung pemanis buatan (sintetis),
karena pemanis ini tidak mengandung kalori, sehingga akan menambah kelesuan
meskipun perut kenyang. Jangan pula mengkonsumsi minuman bersoda, karena dapat
berakibat buruk terhadap perut.
Khusus
untuk mereka yang beraktivitas lebih, misalnya olahraga berat, pekerja berat
sehingga keringat keluar berlebihan, dianjurkan minum air dingin biasa, karena
akan diserap tubuh lebih cepat dibandingkan air hangat.
8. Berbuka Hendaknya Dilakukan Secara Bertahap
Setelah
berbuka dengan makanan/minuman yang manis, sebaiknya perut istirahat terlebih
dahulu lebih kurang 30-60 menit sebelum menyantap hidangan berbuka lainnya.
Pada saat menyantap makanan pun, sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan
langsung berlebihan, supaya lambung (perut) tidak kaget dan mendadak kerja
keras, sehingga menjadikan Anda malas melakukan aktivitas selanjutnya.
Sebaliknya
jangan makan terlalu sedikit terutama saat sahur, sebab hal ini akan menurunkan
daya tahan tubuh sewaktu puasa.
9. Mengkonsumsi Makanan Berserat
Perbanyaklah
makan sayur dan buah saat berbuka atau sahur. Selain mengurangi kekeringan
tubuh (karena kandungan air dalam makanan berserat cukup tinggi), tubuh juga
dapat menahan rasa lapar lebih lama dengan makanan berserat.
Hal
ini diakibatkan tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan
berserat. ; Demikian juga daging hewan berkaki empat dan unggas bisa bertahan
lama di perut
10. Banyak Minum Air Putih
Pada
malam hari dan saat sahur, perbanyaklah minum air putih, serta selingan dengan
bahan berkalori tinggi, misalnya madu, kurma, gula, susu dan lain-lain untuk
mencegah dehidrasi atau kekeringan tubuh dari aktifitas di siang hari yang
banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka juga di ruangan AC.
11. Mengkonsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak
makanan yang mengandung lima unsur gizi lengkap, seperti protein, karbohidrat,
lemak, vitamin dan mineral, agar tubuh tetap sehat. Vitamin yang perlu
dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B dan C yang banyak terdapat pada buah
berwarna merah atau kuning, sayuran berwarna hijau tua atau kacang- kacangan.
12. Tetap Bersiwak dan Mandi.
Dianjurkan
tetap bersiwak, menyiramkan air dingin pada kepala dan juga mandi. Bersiwak
atau gosok gigi boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa. Demikian juga tidak
ada masalah dengan berkumur dan mendinginkan diri pada badannya.
Dalam
suatu riwayat disebutkan, Rasulullah pernah menyiramkan air pada kepalanya,
sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena haus atau panas yang menyengat.
Ibarat tanaman, jika kekeringan, maka apabila disiram air, tanaman tersebut
akan menjadi segar kembali.
13. Khusus Bagi Pasangan Suami Istri.
Kebutuhan
biologis bagi suami istri tidaklah terhalang di bulan Ramadhan. Tetapi dilarang
berjima’ saat berpuasa di siang hari. Untuk menyalurkan nafsu syahwat tersebut
dapat dilakukan pada malam hari.
Namun
harus diingat, bahwa menyalurkan kebutuhan biologis ini memerlukan energi atau
tenaga yang tidak sedikit. Apalagi bagi suami dengan istri lebih dari satu,
pertimbangkanlah untuk menyisakan cadangan energi, supaya tubuh tidak lemas
atau aktivitas terganggu saat berpuasa di siang hari.
Selain
tips-tips di atas, dianjurkan pula bagi pasangan suami istri yang ingin
menyalurkan jima di malam hari, agar menambah makanan dengan kandungan mineral
yang tinggi, terutama zat besi. Konsumsi zat besi yang rendah akan menyebabkan
rendahnya kadar Hemoglobin darah yang merupakan kunci utama
rendahnya perolehan energi di dalam tubuh.
Oleh
karena itu dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi sumber zat besi, misalnya “hati, daging merah, ikan, kacang-kacangan dan sayuran hijau”. Selain itu juga makanan dengan kalori yang tinggi, dan
tidak mengapa mengkonsumsi suplemen vitamin serta mineral dalam kemasan,
apabila konsumsi makanan kita tidak dapat menjamin kebutuhan tubuh untuk
melakukan aktivitas.
14. Berolahraga Ringan
Menjaga
kesehatan bukan berarti kita menghindari olahraga, justru sangat dianjurkan
apalagi hanya sebatas yang ringan-ringan saja. Berolah-raga bisa dilakukan pagi
hari, misalnya jalan, lari di tempat, bersepeda atau senam.
Aktivitas
pada saat puasa justru dapat merangsang pengeluaran hormon- hormon anti insulin
yang berfungsi melepas gula darah dari simpanan energi, sehingga kadar gula
darah tidak menurun dan pada akhirnya tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Apabila
kantuk menyerang di pagi hari, segera saja berolahraga secukupnya untuk
membakar simpanan makanan supaya menjadi energi, kemudian lanjutkan aktivitas
Anda seperti biasanya, misalnya taddarus Al Qur’an, bekerja dan sebagainya.
15. Bekal Makanan Sumber Energi
Makanan
dan minuman suplemen bisa dikonsumsi, termasuk susu dalam kemasan. Akan tetapi,
pilihlah makanan atau minuman suplemen yang mengandung zat gizi yang diperlukan
tubuh, dan sesedikit mungkin mengandung zat non gizi (kafein, pemanis, pengawet
dan lainnya yang sejenis).
Minuman
jus buah (fruit juices) harus diencerkan dengan menambahkan air, guna
mempermudah penyerapan di dalam tubuh (1 bagian diencerkan dengan 3-7 bagian
air). Minuman berkafein (kopi, teh dan lainnya) boleh dikonsumsi asal tak
berlebihan bila menghendaki mengusir kantuk pada malam hari.
Kadar
kafein pada minuman suplemen kemasan botol 150 ml umumnya berkisar 50 mg,
setara dengan kadar kafein yang terdapat dalam secangkir kopi, yaitu berkisar
50-75 mg. Batas aman kafein untuk dikonsumsi tidak melebihi 150 mg.
Perlu
juga berbekal obat-obatan ringan, seperti obat pereda demam, sakit kepala, anti
diare beserta oralit, dan lain-lainnya. Gunanya, untuk menjaga apabila saat
beri’tikaf penyakit menyerang tubuh Anda.
Demikianlah
pengalaman dan tips-tips yang bisa saya bagikan untuk semua teman-teman yang
sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semoga atas pertolongan
Allah SWT puasa kita mendatangkan kesehatan dan juga kedekatan dengan Sang Maha
Pencipta, Aamiin. Semoga bermanfaat dan terus semangat dalam menjalankan ibadah
berpuasa.




No comments