Wah.....Ternyata Masyarakat Lambar Masih Banyak Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan.
Marzuki Kekak Berusia 75 Tahun yang hidup sebatangkara di Pekon Bumi Agung Kecamatan Belalau
Kejarfakta.com, Lambar- Dengan banyaknya progam penanggulangan
rakyat miskin yang dianggarkan Pemerintah, ternyata di Kabupaten Lampung Barat
(Lambar), ternyata masih banyak masyarakat yang kondisinya dibawah garis
kemiskin dan memprihatinkan. Hal tersebut terbukti di Pekon Bumi Agung Kecamtan
Belalau.
Di Pekon tersebut tepatnya di Dusun 3, di temukan kondisi warga yang
cukup memperihatinkan yang lepas dari pantauan pihak pemerintah. Dialah Marzuki
yang saat ini usianya telah mencapau 75 tahun.
Hal tersebut dijelaskan salah seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK), Heri Budianto kepada Kejarfakta.com, Selasa (25/05/18).
Hal tersebut dijelaskan salah seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK), Heri Budianto kepada Kejarfakta.com, Selasa (25/05/18).
Baca Juga : Pjs. Gubernur Lampung : Nilai Turunnya Kemiskinan di Lampung Salah Satu Implementasi Dari program PKH
Menurutnya, Kakek renta yang hidup sebatang kara tersebut,
kondisi kehidupanya terkesan lebih dari memprihatinkan. Pasalnya, hingga saat
ini Marzuki tidak meiliki tempat tinggal, untungnya warga setempat memiliki
inisiatif mmebuatkan pondok yang hanya berukuran 2x2,5 meter cukup sempit dan terkesan
tidak layak huni.
Ketika dikonfirmasi Marzuki mengatakan, dirinya merasa
sangat berterima kasih kepada warga sekitar yang telah sudi memberikan tempat
tinggal untuknya.
Kondisi pondok Berukuran 2x2,5 Meter Pemberian Warga Untuk Tempat tinggal Marzuki
“Saya megucapkan banyak terimakasih kepada tetangga, karena mereka
saya ini hidup saya bergantung, baik dari tempat tinggal, makan saya, saya ini
tidak memiliki saudara ataupun keluarga, memang saya pernah menikah, namun dari
hasil pernikahan saya itu, kami tidak di berikan keturunan hinga ajal menjeput
istri saya. Sebelum saya tinggal di pondok yang di berikan warga ini, saya sebelunya
numpang di prumahan sekolah SDN 1 Bumi Agung,” jelas Marzuki.
Lebih lanjut dikatakan Marzuki, “Sehari-hari saya hanya di
pondok, karen saya tidak punya kebun atau sejengkal tanah, sedang alas tidur
aja saya ini mengambil tikar ketika ada orang meninggal maka tikarnya saya ambil
dan saya bawa pulang untuk alas tidur saya. Untuk makan saya di kasih beras
raskin sebanyak 5 kg itupun bru saya trima 3 kali. biasanya kalau warga tidak ngasih
saya, ke sawah dan mencari kangkung dan genjer untuk saya jual dan dari hasil penjualan
itu saya belikan bras dan belanjaan,” jelasnya
Ketika ditanya dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun
seperti KIS, PKH dan lainnya. saya sangat berharap uluran bantuan dari
pemerintah daerah agar kiranya dapat membuat kehidupanya di usia yang sudah tua
ini,” pungkasnya. (san.Kejarfakta.com)






No comments