Malam 27 Ramadhan (Pitu Likukh) Batubrak dan Belalau Lambar Gelar Kegiatan Bakar Batok
Malam Pitu Likukh Warga Lambar budayakan Bakar Batok Kelapa
Kejarfakta.com, Lambar - Malam ke-27 Bulan Ramadhan atau juga sebut oleh masyarakat di Kecamatan Belalau dan Batuberak, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), dengan sebutan malam pitu likukh, biasanya dalam malam tersebut, masyarakat di dua kecmaatan itu melalukukan pembakaran batok kelapa dan kegiatan itu seakan membudaya pada kalangan masyarakat di dua kecamatan itu.
Proses Pembakaran batok kelapa ini sendiri biasanya, dengan jumlah batok kelapa yang cukup banyak akan disusun rapih oleh warga dengan cara menusuk atau membolongkan tengahnya dengan kayu yang ditancapkan di atas tanah tepat di halaman rumahnya, setinggi dada orang dewasa, selanjutnya selesai melaksanakan sholat isa biasnaya batok kelapa yang telah disusun tersebut akan di bakar secara serentak.
Hal tersebut dijelaskan Warga Pekon Bumi Agung Kecamatan Belalau (lambar), Bambang Irawan Senin (11/06) malam.
Menurutnya kegiatan semacam itu merupakan salah satu budaya masyarakat, yang tidak lain adalah bentuk sukur bahwasanya selama bulan ramadhan dapat berjalan dengan sempurna dan sudah mendekati masa kemenangan umat Islam dengan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
"Kegiatan ini hanya simbol untuk kemenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, dan semua golangan ikut serta baik muda-mudi yang tua maupun anak-anak," kata Bambang.
Malam Pitu Likukh Warga Lambar budayakan Bakar Batok Kelapa
"Adat ini sama seperti kami merayakan pesta Sakura (red, Pesta topeng Khas Lampung Barat), karena kami di kecatan ini Sakura sudah merupakan kebutuhan hiburan usai melaksanakan hari raya. Jadi malaman pitu likukh ini juga suatu tradisi dalam adat budaya kami," kata dia.(*)






No comments