Polres Lambar Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73, di Lapangan Mapolres Lampung Barat, Jumat (1/6/18),
Upacara yang
di pimpin langsung oleh Waka Polres Lampung Barat Kompol Reza,SH,MH. Dan di
ikuti para Kabag, Kasat, Kasi dan seluruh Personil Polres Lampung Barat berikut
PNS Polri. Dengan tema “ Bersatu Berbagi Berprestasi ”.
Dalam
kesempatan tersebut waka polres menyampaikan amanat presiden RI mengatakan, upacara
ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami menghayati dan mengamalkan
nilai-nilai Luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Pancasila
merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila
tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan LR Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, adalah jiwa bersama
para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok
nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan
kita.
Kodrat
bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir Tuhan untuk kita adalah
keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. dari miangas sampai
rute adalah juga keberagaman. berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama,
kepercayaan dan golongan Bersatu padu membentuk Indonesia. itulah kebhinnekaan
Tunggal Ika-an kita.
Namun,
kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. kebhinekaan
kita sedang diuji. saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam
kebhinekaan dan keikaan kita. saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung
ideologi selain Pancasila. masalah ini semakin mencemaskan tatkalah diper parah
oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar
bohong.
Kita perlu
belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme,
konflik sosial, terorisme, dan perang saudara. dengan Pancasila dan
undang-undang Dasar 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa
terhindar dari masalah tersebut kita bisa hidup rukun dan bergotong-royong
untuk memajukan negeri. dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan
masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di
tengah kemajemukan.
Oleh karena
itu, saya mengajak peran aktif para ulama, Ustad, pendeta, Pastor, bhiksu,
pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media,
jajaran birokrasi,TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga
Pancasila. pemahaman dan Pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara harus terus ditingkatkan. ceramah keagamaan, materi pendidikan,
fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam
pendalaman dan Pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Komitmen
Pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. berbagai
upaya terus kita lakukan. telah diundangkan Peraturan Presiden nomor 54 tahun
2017 tentang unit kerja presiden pembinaan ideologi Pancasila. bersama seluruh
komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program
pembangunan. pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai
program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Tidak ada
pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai
dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus
menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada
pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang
santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita
harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata
internasional.
Kita juga
harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan
dengan Pancasila. pemerintah pasti bertindak tegas terhadap
organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, anti UUD 1945,
anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. pemerintah pasti bertindak tegas jika
masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di
bumi Indonesia.
Sekali lagi,
jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan diantara kita. mari kita
saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu
untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong Demi
kemajuan Indonesia.(rls)







No comments