• Breaking News

    Pembangunan Rabat Beton Pekon Sido Mulyo Diduga Proyek Siluman


    Pembangunan Rabat Beton Pekon Sido Mulyo di Duga Proyek Siluman

    Kejarfakta.com, Lambar--Sebuah bangunan jalan rabat beton dengan volume lebih kurang 500 meter tepatnya di Pekon Sidomulyo Kecamatan Pagardewa Kabupaten Lampung Barat (Lambar), terkesan kurang tran- sparan. Pasalnya, berdasarkan pantauan kejarfakta.com proses pengerjaan bangunan tersebut telah berjalan 50 persen namun hingga berita ini di terbitkan plang proyek pada bangunan itu tak terpasang.

    Ketika di konfirmasi Minggu 1-07-2018, salah seorang warga yang enggan di publikasikan namannya, menjelaskan selama proses pembangunan jalan itu pihak pengelola proyek terkesan tidak transparan sehingga tak satupun warga yang berdomisili di sekitaran bangunan itu, mengetahui dari mana sumber dan berapa volume serta serta apa bentuk bangunan tersebut.

    Menurut warga, bangunan tersebut di diduga kelola  oleh salah seorang anggota DPRD Lambar yang menjabat sebagai oknum anggota DPRD. “Setau saya bangunan itu  punya pak Dewan” jelas warga.

    Berdasarkan, informasi dari warga tersebut proyek yang di sinyalir di kelola oleh salah satu anggota DPRD Lambar tersebut, diduga melanggar undang-undang keterbukaan publik.

    Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Undang-undang yang terdiri dari 64 pasal ini pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

    Pembangunan Rabat Beton Pekon Sido Mulyo Di Duga Proyek Siluman

    Sementara jika dilihat dari pembangunan infrastruktur itu, publik dan masyarakat wajib mengetahui sumber dan apa bentuk pengerjaan itu. Pasalnya, dalam pengerjaan jalan tersebut pengerjaan pembangunan infrastruktur menghabiskan dana yang tidak sedikit dan itu dianggarkan melalui anggaran pemerintah dan untuk ke sejahteraan rakyat.

    Untuk itu warga berharap, pengerjaan jalan itu lebih tran-sparan terhadap masyarakat. “Kami bukan tidak suka dengan dibangunnya infrastruktur jalan itu, tapi sangat di sayangkan pihak pengelolanya terkesan tidak tran-sparan terhadap masyarakat yang akan memanfaatkan bangunan itu,” ungkapnya.

    Ironisnya lagi, ketika pihak media yang akan mengkonfirmasikan keluhan warga tersebut di lokasi pembangunan tepatnya sekira pukul 13.00 Wib, tak satu pun pekerja berada di lokasi sehingga hingga saat ini terkait apa dan dari mananya pekerjaan itu belum dapat di konfirmasi.

    Reporter   :   Kartiko/Ipul
    Editor        :   Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad