• Breaking News

    Kehadiran Patroli Polisi Lampung Barat dan Pesisir Barat Memberikan Rasa Nyaman dan Aman Pasca Gempa 5.5 SR


    Lampung Barat, Kejarfakta.com -- Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto, Sik., memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan patroli dialogis pasca gempa 5.5 SR, hari ini Kamis, 23 Agustus 2018, pukul 10.44.06 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera.

    Kapolres Lampung Barat, AKBP Tri Suhartanto, S.IK., mengatkanan dengan Kehadiran Polisi tentunya diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman di wilayah kita ini, patroli dialogis baik patroli air maupun darat ini dilaksanakan guna harkamtibmas dan menyerap informasi dan inspirasi dari masyarakat terkait situasi dan keamanan lingkungan, ujarnya.

    Masyarakat Lambar dan Pesisir Barat adalah mitra kita, siapa lagi yang peduli dengan masyarakat kita kalau bukan kita yang berada disini,tutup tri.

    Alhamdulillah dilaporkan tidak ada kerusakan dalam bencana gempa tersebut walaupun goyangan dan getarannya terasa disini.


    Seperti diberitakan sebelumnya hari ini Kamis, 23 Agustus 2018, pukul 10.44.06 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik. Hasil update analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,55 LS dan 103,45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 159 km arah selatan Kota Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung pada kedalaman 44 km.

    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia .Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran Sesar Naik.


    Guncangan gempabumi ini dirasakan di Liwa-Lampung Barat II SIG-BMKG (III-IV MMI), dan Kota Agung-Tanggamus I-II SIG-BMKG (II – III MMI), Krui-Pesisir Barat I SIG-MKG (II MMI).Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

    Hingga pukul 11.04 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (red/kejarfakta.com)

    No comments

    Post Top Ad