• Breaking News

    Sebanyak 60 Unit Rumah Bangunan Baru Pasca Bencana Sedang di Bangun


    Bangka Belitung, Kejarfakta.com -Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) dengan penyedia jasa pelaksana konstruksi PT. Sumber Alam Sejahtera dan penyedia jasa pengawas kontruksi PT. Serene Techkno Bakti terlihat sudah mulai tahap pengerjaan rumah pasca bencana di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

    Untuk di Dusun Merante sebanyak 60 unit rumah tinggal bangunan baru, sedang dibangun dan 15 unit rumah yang di rehabilitasi di Dusun Canggu yang terdampak akibat langsung akibat pasca bencana banjir pada bulan Juli tahun 2017 lalu.

    Proyek rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana di Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim itu menelan dana sebesar Rp. 4.199.942.00p (empat miliar seratus sembilan puluh sembilan juta sebilan ratus empat puluh dua ribu).


    Kepada wartawan Kejarfakta Kabid Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Beltim Makmuri mengatakan, untuk pengerjaan proyek rekonstruksi dan rehabilitasi rumah pasca bencana oleh Dinas Provinsi Babel dengan penyedia jasa pelaksana konstruksi PT. Sumber Alam Sejahtera memang ada dua titik pengerjaan di Kecamatan Gantung, satu rekonstruksi dan satu lagi perbaikan (rehabilitasi).

    "Satu titik di Dusun Merante itu rekonstruksi, yang satu lagi di Dusun Canggu itu perbaikan aja itu yang saya ketahui kalau tidak salah. Di Dusun Canggu sebanyak 15 unit itu bangunan yang kena dampak langsung pasca bencana banjir, sedangkan yang di Dusun Merante itu bangunan baru (BB)," ujar Makmuri diruang kerjanya, Senin (20/8/2018).

    "Dalam hal ini kami hanya sebatas memfasilitasi mengenai jumlah rumah dan penyediaan lahan, selebihnya kewenangan provinsi," kata dia lagi.

    Pantauan wartawan Kejarfakta.com dilapangan, Senin (20/08/2018) sore, sekitar pukul 16.40 wib, terlihat beberapa bangunan baru rumah sedang tahap pengerjaan.

    Saat dimintai keterangan selaku pengawas lapangan dari pihak PT. SAS, Dede didampingi rekannya Iwan menuturkan sebagai kontraktor awal seolah tidak ada keputusan yang jelas.

    "Untuk yang saya ketahui  sementara ini pelaksana pengerjaan rekonstruksi oleh PT. Sumber Alam Sejahtera (SAS)  ini, ya disini aja dan ini pun seolah-olah PT. SAS yang menyelesaikan dikarenakan kontraktornya pergi begitu saja," terang Dede didampingi rekannya Iwan.

    "Sekarang yang pihak awalnya pergi, tapi saya gak tau lah itu urusan PT. SAS mereka pinjam bendera tapi gak tanggung jawab sampai saat ini belum ada tanggungjawabnya. Saya juga tidak kenal kontraktor awal cuma dari pihak PT. SAS aja yang tahu kita cuma meneruskan aja," dia menambahan.

    Reporter : Marsidi
    Editor      : Eko Setio

    No comments

    Post Top Ad