Workshop Dewan Pers: Publik Lebih Prioritaskan Medsos
Workshop Dewan Pers: Publik Lebih Prioritaskan Medsos
Bandar Lampung,Kejarfakta.com--Publik saat ini lebih memprioritaskan berita dari Media Sosial (Medsos). dari pers, karena produk berita media pers dinilai sebagai pembanding medsos.
Hal tersebut dijelaskan Tony Wijaya, Dosen Unila, pada workshop dan sosialisasi Dewan pers bertajuk “Bakti untuk Negeri” di Hotel Batiqa, Jalan Sudirman, Bandar Lampung, Jumat, 24 Agustus 2018.
Workshop tersebut dibuka Komisi Hukum Dewan Pers Anthonius Jimmy Silalahi, dengan dihadiri lebih kurang 50 orang praktisi media di Lampung, salah satunya Oyos Suroso HN, akan tetapi tak seorang pun pejabat Pemerintah Provinsi, termasuk dari Kominfo, yang hadir dalam acara itu.
Menurut Tony, media pers dalam posisi transisi, Secara teknologi harus menuju online Tiras media cetak menurun drastis. Televisi analog mulai ditinggalkan. Pemilik iklan memproduksi advertorial sendiri. “Wartawan sekarang dinilai dengan hits, tidak lagi atas kualitas beritanya,” katanya.
Dalam seminar tersebut, Komisi Hukum Dewan Pers Anthonius Jimmy Silalahi menyoroti penerapan Kode Etik Jurnalistik dan verifikasi perusahaan pers. Hingga saat ini, jumlah media terverfikasi 2.200-an. “Masih sekitar 20 persen dari total media yang ada,” katanya
Reporter : Yoga
Editor : Ahsannuri





No comments