• Breaking News

    DPD IMM Lampung, Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Tugu Adipura Bandar Lampung




    Bandar Lampung, kejarfakta.com -- Sekitar 150 orang dari DPD IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Provinsi Lampung  melakukan Aksi unjuk rasa Pada Hari Senin(1 /10/18) bertempat di Tugu Adipura Bandar Lampung.

    Dalam aksinya masa menggelar spanduk dan poster bertuliskan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Menjaga Kedaulatan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa, 1 Oktober 2018, Seruan Aksi Rupiah Melemah, Rakyat Terjajah, Selamatkan Marwah Rupiah! Nawacita Omong Kosong, Stop Janji-Janji Palsu!,  Menolak Tunduk Bangkit Melawan Penindasan Karena Diam Adalah Pengkhianatan, Kami Butuh Bukti Bukan Janji, Kau Cabut Subsidi Kami, Kau Beri Kami Hutang, Kau Sangat Lucu, Negeriku Bukan Negeri Pegadaian, Jangan Gadaikan Negeri Kami Pada Asing,Turunkan Menteri Perdagangan.

    Koorlap Yusuf Ridho Billah, S.H (Ketum DPD IMM Provinsi Lampung) dan Agus Prasetyo (Ketua Bidang Hikmah dan Advokasi DPD IMM Provinsi Lampung). mengatakan Aksi ini mengangkat isue tentang "Indonesia Darurat Ekonomi".

    DPD IMM Provinsi Lampung  juga menyampaikan orasi bahwa  Pancasila sebagai Dasar Negara, tidak hanya merupakan sumber dasar Peraturan Perundang-Undangan, melainkan juga dapat dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalam hubungan legitimasi kekuasaan, hukum dan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. 

    Pada Tahun 1965, Pancasila dianggap sebagai Dasar Negara yang sakti, dimana Peringatan Kesaktian Pancasila berakar pada sebuah peristiwa pada 30 September 1965 yang dikenal sebagai Pemberontakan G30S/PKI, pemberontakan itu merupakan wujud upaya mengubah unsur Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Setidaknya ada enam orang Jenderal dan beberapa orang lain yang dibunuh sebagai upaya kudeta, namun berkat kesadaran dan semangat kesatuan rakyat Indonesia untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Untuk itulah 30 September diperingati sebagai Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.


    Hari ini, melalui seruan aksi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) menyeru kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjaga kesadaran dan semangat kesatuan berbangsa dalam menjaga kedaulatan Pancasila sebagai ldeologi bangsa. Kami juga menyeru kepada seluruh Wakil Rakyat untuk tidak menutup mata tentang permasalahan dan kebijakan yang merugikan rakyat lndonesia sebagai bentuk kemerdekaan yang nyata bagi seluruh rakyat bukan golongan.

    Kami juga melihat masih ada pelanggaran kedaulatan Pancasila khususnya sila ke-5 Keadllan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia seolah tabu, keadilan yang mana dan untuk siapa? Pada akhir tahun 2014 Pemerintah mencabut subsidi BBM dan subsidi listrik yang tentunya sangat membebani rakyat kecil terleblh dengan kenaikan harga listrik yang mencekik, namun tidak sesuai dengan pelayanan yang didapat oleh rakyat, dibuktikan dengan adanya pemadaman rutin di berbagai daerah.

    Kami juga mendesak Pemerintah Pusat untuk mengurangi impor barang dari Luar Negeri, menghentikan impor TKA dengan mempertimbangkan angka pengangguran rakyat Indonesia yang hampir mencapai 13.394 juta jiwa per Februari 2018, karena keadilan untuk rakyat Indonesia bukan untuk Asing. Pemerintah harus fokus terhadap permasalahan ekonomi ditengah nilai tukar Dolar yang mencapai 14.897 Rupiah per 30 September 2018 dan segera melakukan upaya pelunasan hutang Indonesia yang telah mencapai 7.000 Trilyun Rupiah per 2018.

    Masalah tersebut menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan pokok di daerah seluruh Indonesia khususnva di Lampung, pikirkan itu wahai kaum intelektual berperut buncit, dengarkan jeritan kami yang semakin terhimpit, tetap kami menyeru padamu wahai Pimpinan, jaga dan junjung serta pertahankan kedaulatan NKRI.

    Selain menggelar spanduk dan melakukan orasi masa IMM juga menyampaikan Tuntutan , Kembalikan Subsidi BBM dan Subsidi Listrik, Mendesak Pemerintah Tetap Menjaga Stabilitas Harga Bahan- Bahan Pokok di Seluruh Daerah Indonesia,Menagih Nawacita Jokowi-JK, Mengurangi Impor Barang-Barang Luar Negeri, Stop Impor Tenaga Kerja Asing, Stop Budaya Hutang, Nasionalisasi Aset Negara, Tarik Mandat Jokowi JK,Kembalikan Kedaulatan Pemerintah Indonesia.

    Selanjutnya pada pukul 11.35 WIB aksi di Tugu Adipura selesai, kemudian masa melanjutkan aksinya  dengan cara longmarch menuju kantor DPRD Propinsi Lampung dan Pada Pukul 12.00 WIB masa aksi tiba di depan kantor DPRD Propinsi Lampung dan langsung menggelar spanduk dan melakukan orasi.

    Pada Pukul 13.25 WIB perwakilan masa aksi yang berjumlah 15 orang di temui oleh Kabag Umum DPRD Propinsi Lampung  Alma Rostow Guna di ruang Bapemperda.

    Perwakilan masa aksi yang disampaikan oleh Yusuf Rido Billah terkait kondisi wilayah Provinsi Lampung  menyampaikan, Saat ini kenapa ada pemadaman listrik secara bergilir, hal ini sangat merugikan rakyat, dan bagaimana bisa normal kembali, Kita ingin menagih janji Gubernur Lampung Ketua DPD IMM Lampung Ridho Ficardo terkait pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini belum terealisasi secara menyeluruh karena masa jabatanya akan segera berakhir.

    Sementara itu  Kabag Umum DPRD Propinsi Lampung Alma Rostow Guna menyampaikan , Saya menyampaikan permohonan maaf karena anggota DPRD propinsi Lampung setelah melaksanakan paripurna melaksanakan agenda ke dapil masing - masing dewan.  Saya mewakili dari para dewan untuk menerima aspirasi dari masa aksi dan aspiranya akan di agendakan dengan dewan untuk tindak lanjutnya, ujarnya.

    Ahirnya pada pukul 14.15 WIB pertemuan perwakilan masa IMM dan Kabag Umum DPRD Propinsi Lampung Alma Rostow Guna selesai, kemudian masa membubarkan diri dengan tertib dan aman.(*)

    No comments

    Post Top Ad