Ini Dia Da'i Cilik Berbakat Putri ke 3 Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto S.IK
Giovanni Novensya Kusuma Tri Wardani (Jilbab Putih Memegang Buku), Putri ke 3 Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto, S.IK.
Semarang, Kejarfakta.com -- Membanggakan, Giovanni Novensya
Kusuma Tri Wardani, Putri ke 3 Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto,
S.IK., terpilih mewakili sekolahnya AL Azhar 14 Semarang.
SMP AL Azhar 14 Semarang memiliki penceramah cilik berbakat.
Yaitu, Giovanni Novensya Kusuma Tri Wardani. Putri ke3 Kapolres Lampung Barat
AKBP Tri Suhartanto S.IK., yang akrab dipanggil Sasya ini, mengikuti Lomba Dai
Cilik tingkat Kota, yang diselenggarakan di SMP N 13, Semarang, Jawa Tengah.
Wajah Sasya memang tampak selalu ceria, senyum tak bisa
terlepas dari wajah cantiknya Putri ke 3 yang kini berusia 14 tahun 11 bulan
ini memang terlihat ramah, kendati baru kenal.
Putri ke3 yang akrab disapa Sasya itu terlihat tak canggung.
Sasya ditemani Diandra Puspa Widyasari Putri pertama semester 5 FK Undip dan
Mega Dewi Auretta Putri kedua Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto S.IK.
Sasya ditemani Diandra Puspa Widyasari Putri pertama semester 5 FK Undip dan Mega Dewi Auretta Putri kedua Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto S.IK.
Sasya yang merupakan Putri ke 3 Kapolres Lampung Barat, sudah
banyak menuai prestasi. Bakat Sasya di bidang ceramah, diketahui saat SMP AL
Azhar 14 menggelar seleksi untuk mengikuti lomba.
Untuk materi ceramah, Lailatur memilih yang paling mudah
dimengerti anak. Sehingga, Sasya tak kesulitan dalam memahami isi ceramahnya.
Tak hanya isi ceramah yang cocok untuk anak seusianya, Lailatur juga menyiapkan
kostum Muslim.
Sasya, rutin berlatih di depan kaca dan disaksikan orang
tuanya. Dari gestur, mimik, intonasi, pelafalan ayat dan hadis, makin bagus.
Termasuk penjiwaannya.
Sasya unggul lantaran gaya ceramahnya bukan menggurui. Ciri
khas itulah yang membuat penampilannya dapat poin plus dari juri.
Selain harus mengikuti babak penyisihan dan semifinal, waktu
untuk tampil juga relatif lama. Bagi anak yang mentalnya tak siap, hal itu
jelas menjadi kendala tersendiri. Tapi, itu tidak berlaku pada Sasya.
Sasya sendiri bangga bisa berprestasi di bidang agama. “Gak
takut, justru senang bisa tampil,” ungkapnya. (Rls)







No comments