Sikapi Kondisional Pemilu 2019, Partai Hanura Targetkan Perolehan 4 Persen Suara Jabar
Cimahi, Kejarfakta.com -- Adanya sistem pemberlakuan dan tata aturan KPU yang baru terkait Pemilihan Umum 17 April 2019 yang akan datang, terutama dalam hal Pelaksanaan serta Penilaian/Perolehan suara yang diberlakukan di semua wilayah pemilihan Calon Legislatif, baik itu untuk tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi Maupun RI, dinilai banyak pihak cukup membingungkan. Dimana dikatakan dalam pelaksanaan perhitungan suara nantinya akan diberlakukan metode Perhitungan suara SAINTE LAGUE yaitu dengan metode Pembagi suara masuk perdapil/partai dengan bilangan Pembagi 1, 3, 5, 7, dan seterusnya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua BAPPILU Partai HANURA Provinsi Jawa barat H. Juanda Patty di acara seminar Pembekalan yang bertemakan “Strategi Jitu sukses Caleg Partai HANURA 2019”.
Lebih lanjut disampaikan Juanda Patty, bahwa untuk Pemilu yang akan datang sistem perhitungan perolehan kursi nya sepintas terlihat sangat mudah, sebenarnya hal tersebut tergantung bagaimana cara kita menerapkan strategi pemenangan yang jitu terutama dalam menyikapi persoalan-persoalan yang muncul dilapangan yang tentunya diharap berdampak kepada tingginya perolehan suara pemilih dari tiap-tiap dapilnya, karena untuk pemilu 2019 nanti perhitungan perolehan kursi dihitung dari total perolehan suara per dapil/partai, yang selanjutnya dibagi dengan bilangan pembagi 1,3,5,7, dan seterusnya, hal ini memang berbeda dengan pemilihan Umum 2014 lalu, yang menggunakan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). “Kita perlu satu rumusan Strategi yang jitu, dan upaya kerjasama para caleg ditiap-tiap dapilnya.” pungkasnya.
Ketua Bappilu Kota Cimahi, Bambang Suprihatin M.Pd., dalam arahannya menyampaikan, pentingnya mengedepankan prinsip-prinsip rasa solidaritas dan Kekeluargaan sesama Caleg sedapil dalam usaha menjalankan misi-misi bersosialisasinya masing-masing. "Hal ini penting dalam kerangka pengupayaan pemenuhan target-target Perolehan Suara 4%, sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh Ketua Bappilu Provinsi Jawa barat," paparnya.
Hal ini disikapi positif oleh salah seorang calon anggota Legislatif Partai Hanura Kota cimahi dari dapil 3, Lamson Hutagaol yang menyebutkan bahwa, selain hal tersebut memang akan memudahkan dalam melaksanakan perhitungan perolehan kursi di DPRD nantinya, akan tetapi juga tentunya merupakan satu peluang yang baik bagi partai-partai yang solid guna meraup kursi sebanyak-banyaknya.
Untuk itu lanjut Lamson, tinggal bagaimana kita dalam menyikapinya kalau mau menang ya kita harus kompak dalam berbagai hal, baik itu dalam upaya melakukan aturan serta arahan bersosialisasi yang sudah disepakati dan dicanangkan oleh tim unit Pemenangan Pemilu ditiap-tiap wilayah dapilnya, maupun dalam hal Komitmen bersosialisasi sesuai dengan arahan Bappilu tingkat Kabupaten/Kota, atau dalam artian kata, Tim Sukses dari masing-masing caleg, haruslah berkemampuan untuk bekerja secara Profesional dengan terus membuka kordinasi antar tim sukses dalam satu dapil, dengan tetap saling menjaga dan tidak saling menjatuhkan antara satu dengan yang lainnya.
Reporter : Alan Blasandhytio
Editor : Eko Setio





No comments