“Bengkel Numerasi”, Angin Segar Bagi Para Guru Dan Kepala Sekolah Di Kecamatan Lekok
Pasuruan, Jatim,Kejarfakta.com - Fasilitator Daerah (Fasda) bersama dengan Tim Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (Monev) perdana pada 16 sekolah sasaran program Bengkel Numerasi di Gugus 3 dan 4 Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Fifi
Khoirul Fitriyah yang merupakan Pimpinan Proyek “Bengkel Numerasi”,
mengungkapkan bahwa monev ini dilakukan sebagai bahan evaluasi pembelajaran
yang selama ini dilakukan oleh guru baik kelas 1, 2 dan 3.
“Dan
juga sebagai masukan bagi tim Unusa untuk merancang kebutuhan mentoring pada
pertemuan KKG selanjutnya, sehingga diharapkan Inovasi-inovasi pembelajaran
matematika dapat terus dilakukan.,” terangnya. Kamis, (29/11).
Ketua
Gugus IV, Hadi Sanyoto mengatakan, program “Bengkel Numerasi” ini merupakan
angin segar bagi para guru dan kepala sekolah di kecamatan Lekok.
Dirinya
juga mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tim UNUSA dengan membawa
program Bengkel Numerasi keseluruh SD di gugusnya.
“Kami
termasuk sekolah-sekolah yang beruntung karena ditunjuk oleh INOVASI dalam
menjalankan program ini, memang siswa-siswa kami bermasalah dalam khususnya
operasi hitung, ya calistung lah” ungkapnya.
Sementara
itu, Pengawas Sekolah, Hari Subagyo menjelaskan, bukan hanya guru dan Kepala
Sekolah yang senang dengan adanya program Bengkel Numerasi ini, Pengawas
Sekolah yang bertugas pun sangat mendukung berjalannya program ini.
“Hal
ini terbukti dengan partisipasi seluruh pengawas sekolah yang juga tidak kalah
antusiasnya dengan guru dan kepala sekolah, tandas Subagyo.
“Sebagai
Pengawas Sekolah, saya berharap Bengkel Numerasi ini nantinya dapat
meningkatkan (1) mutu pembelajaran matematika di kelas, (2) nilai matematika
siswa, dan (3) profesionalisme guru,” tambah dia.
Bengkel
Numerasi merupakan program hibah kemitraan dari Pemerintah Australia melalui
Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang salah satunya adalah bermitra
dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Dalam
Bengkel Numerasi ini basis yang digunakan adalah model pembelajaran matematika
berbasis PMRI (Pembelajaran Matematik Realistik Indonesia).
Kontributor
: Arianto






No comments