• Breaking News

    Diduga Limbah Pabrik Sawit Masuk ke Teluk Balok, Jika Benar Mata Pencaharian Nelayan Bakal Terancam

    Saluran yang sebelumnya terlihat penuh kotoran diduga limbah pabrik kini mulai terlihat agak bersih. Sabtu (03/11/2018), pukul 17.35 wib sore. (Foto: Marsidi).

    Kembiri Membalong, Kejarfakta.com -- Mencuatnya dugaan limbah pabrik PT. Forestalestari yang berlokasi di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), ternyata bukan persoalan sepele. Sebelumnya, tahun 2016 lalu ketika yang diduga limbah pabrik kelapa sawit tersebut masuk kewilayah teluk balok dimana mata pencarian nelayan pesisir mengais rejekinya terganggu.

    Laut teluk balok yang berada di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, yang merupakan wilayah mata pencarian nelayan desa kembiri, dimana sungai kembiri bermuara yang juga aliran sungai jaman akar desa kembiri, itu dikatakan Ketua Nelayan setempat Sarmin saat ditemui dikediamannya di jalan pasar lalang RT 18/RW 05 Sabtu (03/11/2018) malam. Yang dikawatirkan adanya  dugaan limbah pabrik tersebut jika sudah musim hujan akan merambah ke wilayah teluk balok dimana nelayan tangkap kecil beroperasi akan terganggu.

    "Laut teluk balok, merupakan tempat perkembangbiakan udang, kepiting, dan ikan yang ada disekitar. Selain itu, namanya teluk balok tidak dalam (dangkal) jadi yang kami kawatirkan apabila musim hujan dugaan limbah pabrik kelapa sawit itu tidak terbendung dan takutnya masuk ke areal muara teluk balok sehingga akan  menggangu mata pencarian nelayan teluk balok," ucap Sarmin saat ditemui wartawan dikediamannya.

    “Dulu, tahun 2016 pernah terjadi yang dugaan kami  itu limbah pabrik kelapa sawit masuk sampai ke area teluk balok dan cukup parah,” tambahnya.

    Perbandingan gambar sebelumnya yang dikirim oleh sumber.

    Adapun salah satu anggota BPD Desa Kembiri, menuturkan dirinya berharap pihak pabrik PT. Forestalestari melakukan  pencegahan jangan sampai yang kami duga limbah pabrik itu merambah ke sungai kembiri hingga ke muara teluk balok.

    "Saya berharap pihak pabrik PT. Forestalestari tanggap dengan hal ini, karena menurut dugaan saya bagian divisi tujuh (7) dan divisi delapan (8) itu air pembuangannya tetap mengalir ke sungai.  Sementara kalau sudah dari divisi delapan (8) itu jaraknya sudah semangkin dekat dengan muara sungai teluk balok. Jadi, semangkin kesana jaraknya semangkin dekat dengan muara sungai teluk balok," ungkap Minggu didampingi warga.

    Karena kenapa kata Minggu lagi, kami merasa khawatir, apabila nanti yang kami duga limbah pabrik itu sudah sampai ke muara sungai secara otomatis itu akan mengganggu mata pencarian nelayan kami.

    Terlihat sudah ada perbaikan dari pihak perusahaan aliran sungai dibendung sementara. Sabtu (03/11/2018). (Foto: Marsidi).

    Pantauan wartawan media ini  dan warga Sabtu (03/11/2018) pukul 17.35 Wib, Sore, terlihat bagian saluran yang semula dipenuhi dengan kotoran yang diduga limbah pabrik sudah diupayakan oleh pihak pabrik. Dan terlihat juga aliran sungai jaman akar ditutup mungkin untuk sementara waktu.

    Dari berbagai informasi yang dihimpun, seperti dikatakan oleh beberapa sumber sebelum menyeruaknya dugaan limbah pabrik kelapa sawit yang baru-baru ini, pada tahun 2016 pernah terjadi dan lebih parah namun ada mediasi penyelesaian diantara kedua pihak baik antara masyarakat dan perusahaan pabrik.

    Hingga berita ini dinaikkan pihak pabrik PT. Forestalestari belum bisa dihubungi wartawan media ini, pos security dimana portal masuk wilayah pabrik dan areal sekitar saat wartawan ingin mengkonfirmasi ke pihak pabrik terlihat sepi.

    Reporter : Marsidi
    Editor      : Eko Setio

    No comments

    Post Top Ad