Nawacita Yang Terwujud Melalui Sinergi Dunia Usaha, Masyarakat dan Pemerintah
Landak, Kalbar, Nasioanal, Kejarfakta.com- Menteri
Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Sarana Komunitas Adat Terpencil
(KAT) di Lokasi Komunitas Adat Terpencil Bolokng Dusun Belangiran, Desa Kumpang
Tengah, Kec. Sebangki, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
"Pembangunan sarana KAT ini merupakan bagian
dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran
dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Dengan
upaya pembangunan sarana dan prasarana bagi warga KAT ini diharapkan warga KAT
semakin terbuka aksesnya terhadap pelayanan sosial sehingga dapat mencapai
kehidupan yang setara dan sejahtera sebagaimana warga lainnya," terang
Menteri saat menyampaikan arahannya dalam acara Peresmian Pembangunan Sarana dan
Prasarana KAT di Bolokng, Dusun Belangiran, Desa Kumpang Tengah, Kecamatan
Sebangki, Kabupaten Landak, Kamis.(15/11/18)
Menteri Agus menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada masyarakat yang berdonasi melalui mitra kerja
Kementerian Sosial yaitu PT Indomaret dalam mendukung percepatan program
pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil.
"Pengumpulan donasi masyarakat oleh Indomaret
ini merupakan konstribusi dunia usaha dan masyarakat dalam menyukseskan program
pemerintah khususnya dalam pemberdayaan KAT. Saya juga mengajak Indomaret dan
juga perusahaan-perusahaan lainnya untuk menggunakan dana CSR perusahaan untuk
pembangunan kesejahteraan sosial," katanya.
Pemberdayaan KAT, lanjutnya, merupakan amanat
Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial terhadap
KAT. Dalam pasal 9 disebutkan pemberdayaan dilaksanakan dalam bidang
permukiman, administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan,
pendidikan, ketahanan pangan, penyediaan akses kesempatan kerja, penyediaan
akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial dan/atau lingkungan
hidup.
Fokus Kementerian Sosial dalam pemberdayaan KAT
adalah mendorong terbukanya akses pelayanan sosial dasar di lokasi dengan tetap
berpegang pada prinsip utama pemberdayaan yaitu menempatkan warga KAT sebagai
subjek pemberdayaan.
Kebijakan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil
diarahkan pada peningkatan jangkauan dan kualitas pemberdayaan sosial KAT,
penguatan SDM, sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.
"Kementerian Sosial juga mendorong peran
pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha untuk turut mendukung upaya
pemberdayaan KAT," tambahnya.
Lokasi Bolokng Dusun Belangiran mendapatkan
program Pemberdayaan KAT pada 2016 berupa pembangunan rumah sederhana
(pemukiman sosial) sebanyak 40 unit. Pada tahun 2017, telah diberdayakan
sebanyak 40 KK. Saat ini di Lokasi KAT Bolokng telah tersedia Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD), posyandu, dan kunjungan kesehatan rutin setiap bulan.
Anak-anak bersekolah di SD, SMP, dan SMA yang
berjarak antara 2 hingga 6 km. Mayoritas warga bekerja sebagai petani, pembuat
gula aren, dan karyawan lepas perkebunan sawit. Warga mendapat bantuan Usaha
Ekonomi Produktif (UEP) untuk pengembangan usaha batako dan ternak ayam.
Sebagian warga juga sudah menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan
(PKH).
"Mereka sudah memiliki KTP dan Kartu
Keluarga. Dengan tercatatnya data mereka di Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil maka membuka akses mereka terhadap program perlindungan sosial seperti
PKH dan rastra, serta bantuan subsidi lainya," katanya.
Di setiap lokasi KAT diberikan pendampingan
intensif oleh Pendamping Lokal dan Pendamping Sosial Profesional. Untuk lokasi
Bolokng terdapat satu Pendamping Sosial Profesional KAT 2017 yakni Ria
Anggraini dan Kades sekaligus Pendamping lokal Martius.
Pendamping Lokal adalah warga setempat yang
dianggap tokoh dan mampu berkomunikasi dengan warga KAT dan orang luar.
Pendamping Profesional adalah sarjana berpengalaman yang direkrut dari luar dan
ditempatkan di lokasi KAT selama satu tahun. Mereka akan mentransormasikan
berbagai keterampilan dan pengetahuan untuk hidup bersama, termasuk dalam
kegiatan praktis bercocok tanam, beternak, dsb.
Ditemui di lokasi pemukiman, anak-anak mengaku
senang tinggal di tempat sekarang. Annisa, siswa kelas 5 SDN Sambeh mengatakan
ia dulu tinggal di bukit-bukit didalam rumah kayu dengan atap dedaunan.
Sekarang mereka tinggal di rumah, jarak antar rumah berdekatan sehingga mereka
bisa bermain bersama teman-teman, bisa bersekolah, dan belajar dengan tenang.
"Dulu khawatir dan takut kalau hujan mulai
turun karena sering ada pohon tumbang menimpa rumah warga. Sekarang sudah tidak
takut lagi," kata Bayu, siswa kelas 4 SDN I Sambeh yang bercita-cita
menjadi Pilot ini.
Dalam kesempatan ini Mensos juga berdialog dengan
warga dan menanyakan apa saja yang menjadi harapan atau masukan kepada
pemerintah pusat. Dengan membawa buku catatan kecil dan pena, Menteri Agus
mendatangi warga yang duduk rapi di bawah tenda acara. Ia bergialog, menyimak
setiap masukan dan mencatatnya. Mulai harapan soal listrik hingga keinginan
akan adanya bantuan sosial lanjutan disampaikan oleh warga.
Bantuan Pelanggan
Penyelenggaran Pengumpulan Uang atau Barang (PUB)
Indomaret Peduli Komunitas Adat Terpencil diselenggarakan oleh Panitia
Indomaret Peduli 2017 dengan Nomor Izin Kemensos RI 788/HUK-PS/2017.
Penggalangan dana donasi pelanggan Indomaret dilaksanakan di seluruh gerai
Indomaret pada masa periode 01 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2017, dana
hasil PUB yang didistribusi ke lokasi KAT sebesar Rp2,1 miliar.
Dana tersebut telah disalurkan melalui yayasan
yang ditunjuk oleh pemerintah daerah kabupaten setempat untuk melaksanakan
pembangunan sarana dan prasarana di tiga titik lokasi KAT. Sarana dan prasarana
yang dibangun di setiap lokasi KAT meliputi Sarana Air Bersih, Drainase dan
Balai Sosial.
Lokasi pertama yakni di Piloheluma, Desa Padengo,
Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwatu. Di Lokasi ini terdapat 45 KK dan telah
dilaksanakan pembangunan Sarana Air Bersih, Balai Sosial, MCK 45 unit dan
Drainase.
Lokasi kedua di Selage Desa Lebin, Kecamatan
Ropang, Kabupaten Sumbawa. Terdapat 46 KK di wilayah ini dan kini mereka telah
menikmati Sarana Air Bersih, memiliki Balai Sosial dan MCK 46 unit.
Lokasi ketiga adalah yang hari ini diresmikan oleh
Menteri Sosial yakni di RT 05 Bolokng, Dusun Belangiran Desa Kumpang Tengah,
Kec. Sebangki Kab. Landak (40) KK. Pembangunan Sarana Air Bersih, Balai Sosial
dan Drainase.
Pada saat peresmian, Menteri Sosial didampingi
Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, Direktur Pemberdayaan KAT Harapan
L. Gaol, Anggota DPR RI Maman Abdurahman, perwakilan Direksi PT. Indomarco
Primatama, Duta KAT Krisna Mukti. Turut hadir pada acara persemian, antara lain
Sekda Kalimantan Barat, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Bupati
Landak, dan para pejabat organisasi perangkat daerah di Kabupaten Landak.
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial RI





No comments