Rupiah Jadi Mata Uang Paling Perkasa di Asia Pagi ini
Ilustrasi
Jakarta, Kejarfakta.com -- Nilai tukar rupiah berada di
posisi Rp14.930 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi
ini, Selasa (6/11/2018). Posisi ini menguat 46 poin atau 0,31 persen dari kemarin
sore, Senin (5/11/2018) di Rp14.976 per dolar AS.
Penguatan rupiah pada pagi ini menjadi yang tertinggi
dibandingkan mata uang lain di kawasan Asia. Diikuti won Korea Selatan yang
menguat 0,15 persen dan peso Filipina 0,08 persen. Sementara dolar Singapura
stagnan.
Sedangkan mayoritas mata uang Asia justru rontok dari dolar
AS. Baht Thailand melemah 0,01 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, yen
Jepang minus 0,06 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,44 persen.
Mata uang utama negara maju juga bergerak variasi. Poundsterling
Inggris dan euro Eropa bersandar di zona hijau dengan menguat masing-masing
0,14 persen dan 0,05 persen.
Dolar Australia dan franc Swiss stagnan. Sedangkan dolar
Kanada dan rubel Rusia melemah, masing-masing minus 0,01 persen dan minus 0,03 persen.
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan
rupiah akan menguat hari ini karena indeks dolar AS cenderung melemah, sehingga
memberi dampak positif pada pergerakan mata uang Garuda.
"Laju dolar AS melemah seoring dengan aksi lepas dolar
AS oleh investor jelang adanya Pemilu tengah semester AS. Dengan kondisi
tersebut, pergerakan rupiah seharusnya masih ada kesempatan untuk
menguat," katanya, Selasa (6/11/2018).
Di sisi lain, ia menilai pergerakan rupiah seharusnya masih
mendapat sentimen positif dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
cukup stabil dengan menorehkan capaian di angka 5,17 persen pada kuartal III
2018. (uli/lav)
Sumber : CNNIndonesia.com





No comments