Honorer K2 Kecewa Dengan Terbitnya PP 49 Tahun 2018 Tentang Manajemen PPPK
Foto : Net/Ist
Jakarta, Kejarfakta.com - Terbitnya PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK (Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja) mendapat penolakan dari para honorer K2 (kategori
dua). Pasalnya mereka kecewa tidak bisa menjadi PNS.
"Menangis
kami mbak, ini bukan kado istimewa buat para honorer. Presiden sudah memberikan
kado pahit bagi kami," kata Koordinator Wilayah Forum Honorer K2 Indonesia
(FHK2I) DKI Jakarta Nurbaiti kepada awak media, Minggu (2/12).
Dia
mengungkapkan, yang diharapkan mereka adalah PNS bukan PPPK. Mereka berjuang
untuk mendapatkan status PNS.
"Yang
berjuang dan merangkak selama ini honorer K2. Kini orang lain yang
memetik," ujar Nurbaiti dengan nada kesal.
Padli
Fadel, Koordinator Daerah FHK2I Sulawesi Barat (Sulbar), mengungkapkan, harapan
di rezim ini tinggal kenangan. Mereka tidak bisa lagi menjadi PNS.
"Pemerintah
enggak mau angkat kami jadi PNS. Buat apalagi berharap terus ke pemerintah yang
sekarang," ucapnya.
Sementara
Ketum FHK2I Titi Purwaningsih mengatakan, hanya bisa menangis. Sudah tidak ada
lagi yang peduli dengan nasib honorer K2
Pengabdian
yang sudah puluhan tahun dianggap tidak pernah ada karena sebentar lagi akan
disamakan dengan yang sama sekali tidak mengabdi.
"Kami
sangat kecewa dan merasa disingkirkan. Inikah tanda terimakasih pemerintah
kepada kami? Saat butuh tenaga kami dikaryakan. Giliran sudah ada yang baru
kami dibuang," tandasnya
Kekecewaan
atas keluarnya PP 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK), juga dirasakan pengurus dan anggota Forum Honorer K2
Persatuan Guru Republik Indonesia (FHK2 PGRI).
Terlebih,
mereka ikut hadir dalam puncak peringatan hari guru nasional dan HUT PGRI ke-73
di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu (1/12).
"Kalau
ditanya kecewa, ya sangat kecewa. Apalagi kami jauh-jauh datang dari Banyuwangi
berharap ada kado istimewa dari presiden. Nyatanya yang dikasih kado PPPK yang
sangat kami tidak harapkan," kata Pengurus FHK2 PGRI Riyanto Agung Subekti
alias Itong kepada JPNN, Minggu (2/12).
Meski
kecewa berat, Itong meminta seluruh honorer untuk bersabar. presiden Jokowi
sudah berjanji akan memanggil Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi untuk membahas
masalah perekrutan guru dan tenaga kependidikan honorer.
Dia
berharap ada kebijakan yang berpihak, walaupun PP Manajemen PPPK sudah ada.
Itong pun menegaskan, bila keputusan tetap PPPK mereka akan terus melakukan
perlawanan.
"Kami
butuh di PNS kan bukan di PPPK kan. Kalau pemerintah ngeyel ya kami berjuang
terus bersama capres yang mau berpihak kepada kami," tegasnya.(*)
IndonesianNewspaper





No comments