Panglima TNI : TMMD Mempercepat Pembangunan Nasional Di Pedesaan
Jakarta, Kejarfakta.com -- TNI Manunggal Membangun
Desa (TMMD) yang digelar sejak 1980 telah dilaksanakan diseluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka untuk mempercepat pembangunan
nasional di pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI
Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanatnya yang dibacakan Irjen TNI, Letjen TNI M.
Herindra, M.A., M.Sc saat membuka Rapat Paripurna TMMD tahun 2018 dan
memberikan arahan kebijakan TMMD tahun 2019 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI
Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12/2018).
Panglima TNI mengatakan bahwa program TMMD
merupakan bentuk keterpanggilan dan partisipasi TNI dalam pembangunan. “TMMD
diarahkan pada daerah yang membutuhkan seperti daerah terisolasi/terpencil,
daerah tertinggal, daerah perbatasan, daerah yang terkena bencana, dan
sebagainya,” ujarnya.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa
pembangunan di wilayah pedesaan, sebagai bagian integral dari pembangunan
nasional, mempunyai arti yang strategis. Dengan pembangunan tersebut, akan
meningkatkan taraf hidup dan kualitas masyarakat desa, sebagai salah satu
sumber kekuatan, dalam melaksanakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. “Keberhasilan pembangunan desa berarti
meningkatkan pemerataan kesejahteraan yang akan menuju kepada terciptanya
keadilan sosial, bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, TMMD
sejatinya bukan program TNI semata melainkan merupakan program terpadu lintas
sektoral karena TMMD sesungguhnya merupakan program bersama antara TNI,
Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK), Pemda dan komponen
bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama rakyat. “Program TMMD merupakan program lintas
sektoral, maka suksesnya penyelenggaraan TMMD tidak terlepas dari peran serta
Pemerintah di daerah mulai tingkat Provinsi, Kab/Kota hingga Desa,” katanya.
“TMMD dalam penyelenggaraannya harus melalui
proses perencanaan yang matang dengan mengutamakan aspirasi dari bawah (bottom
up planning). Proses ini mewadahi kepentingan masyarakat di daerah sasaran
secara komprehensif dan integral,” tegas Panglima TNI.
Pada tahun 2017 pelaksanaan TMMD mengalami
perubahan, dimana semula dilaksanakan dua kali dalam setahun, TMMD ditambah
menjadi tiga kali dalam setahun dan pada tahun 2018 ini telah memasuki periode
ke 103. “TMMD tahun ini dilaksanakan di 150 sasaran dengan rincian setiap
periode sebanyak 50 sasaran, selain TMMD Imbangan yang dilaksanakan di daerah
lain sesuai permintaan,” tuturnya.
Panglima TNI mengharapkan kegiatan TMMD dengan
tema “Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, Kita Tingkatkan Imunitas
Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”, harus benar-benar membangun
imunitas, yaitu imunitas dari berbagai permasalahan yang saat ini mengemuka
seperti radikalisme, terorisme, sikap intoleran, provokasi dan adu domba, serta
penyalahgunaan narkoba.
“Oleh karena itu, dibutuhkan pembangunan yang
menyeluruh agar masyarakat memahami dan menyadari hal tersebut. Upaya itu
tidaklah semudah membalik telapak tangan namun upaya yang membutuhkan
konsistensi, komitmen, dan kerja keras kita semua, seluruh komponen bangsa,”
kata Panglima TNI.( */Puspen TNI)





No comments