Pemda Bengkulu Selatan Salurkan Bantuan Kepada Petani Ikan Patin
Novianto, Kadis Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan
Bengkulu Selatan, Kejarfakta.com -- Pemerintah Kabupaten
Bengkulu Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Badan
Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bengkulu Selatan tahun 2019 ini akan
menyalurkan bantuan senilai Rp450 juta untuk para petani Ikan Patin di Bengkulu
Selatan.
Kepala BPMD Bengkulu Selatan, Siswanto S.Sos mengaku
pihaknya telah berupaya jemput bola bantuan ke Kemendes PDTT RI untuk membantu
para petani Ikan Patin di Bengkulu Selatan.
Hasilnya, pihak BPMD Bengkulu
Selatan mendapatkan dana senilai Rp200 juta dari pihak Kemendes PDTT RI untuk
membantu 4 kelompok petani Ikan Patin.
“Untuk desa sasaran masih kita tinjau yang pasti sasarannya
di Kecamatan Seginim dan Air Nipis. Bantuan menyasar 4 kelompok petani ikan
dengan masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan senilai Rp20 juta,”
ujar Siswanto.
Sementara itu, Kepala
DKP Bengkulu Selatan, Novianto M.Si mengklaim jenis bantuan yang akan
disalurkan pihaknya adalah bertujuan untuk menekan biaya produksi pembudidayaan
Ikan Patin. Dengan dana sebesar Rp250 juta. Pihak DKP Bengkulu Selatan akan
melakukan pembesaran bibit Ikan Patin di tiga Balai Benih ikan (BBI) milik
Bengkulu Selatan.
Lokasi pembesaran bibit Ikan Patin tersebut yakni di BBI
Desa Darat Sawah, kawasan Pematang Gambir Desa Palak Bengkerung, Kecamatan Air
Nipis dan di Desa Rantau Sialang, Kecamatan Kedurang.
“Kita akan lakukan pembesaran bibit Ikan Patin di tiga BBI.
Nah, setelah dua bulan usia bibit ikan. Kemudian para petani ikan bisa membeli
bibit ikan tersebut dib alai benih ikan denganharga yang terjangkau,”
ungkapnya.
Novianto berharap program pembudidayaan ikan Patin ini terus
terlaksana apapun yang terjadi. Karena menurutnya, kegiatan pembudidayaan Ikan
Patin bagi para petani ikan ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di
Bengkulu Selatan.
“Tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan khususnya bagi
para petani ikan di Bengkulu Selatan,” kata Novianto. (Asiun/red)





No comments