Try Out Online GreatEdu Diikuti 11 Ribu Siswa SMA se-Indonesia Kemarin
CEO GreatEdu, Robert E Sudarwan pada jumpa pers Try Out Nasional SBMPTN 2019 secara online, serentak di 10 kota Indonesia, Sabtu (23/2/19), kemarin. Foto: GreatEdu
Jakarta, Kejarfakta.com - Berlangsung di berbagai tempat dan berbagai titik, serentak di 10 kota se-Indonesia, perusahaan rintisan (start-up) platform pendidikan GreatEdu, sukses menyelenggarakan Try Out Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 secara daring (online), Sabtu (23/2/2019), kemarin.
Dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu malam, disebutkan acara
diikuti sedikitnya 11.000 siswa kelas XII SMA.
"Try Out ini gratis, sebagai wujud peran aktif GreatEdu untuk ikut
memajukan pendidikan Indonesia," kata Chief Executive Officer (CEO)
GreatEdu, Robert E Sudarwan pada jumpa pers di SMA Negeri 104 Jakarta.
Robert menuturkan, dirinya dan tim GreatEdu cukup senang dengan
sambutan para siswa kelas XII SMA yang ikut Try Out di hari pertama. Dia
menambahkan keikutsertaan 11.000 siswa kelas XII SMA menjadi bukti bahwa
kehadiran GreatEdu dinantikan dan dibutuhkan oleh pelajar Indonesia.
GreatEdu sendiri platform aplikasi pendidikan berkonsep digital crowd
learning dimana siapapun bisa saling berbagi, belajar dan mengajar dari manapun
dan kapanpun. Bahkan tersedia layanan memanggil guru privat on-demand.
GreatEdu juga banyak menyediakan layanan gratis seperti tanya jawab, materi
pelajaran, info beasiswa sampai promosi even pendidikan. Fitur Try Out untuk
siswa kelas XII SMA, salah satu layanan gratis lainnya.
"Target kita seminggu ke depan ada 50.000 siswa kelas XII SMA yang
mencoba layanan Try Out ini secara gratis, dimana mereka bisa bersaing secara
nasional karena ini diselenggarakan secara online. Bahkan kita sedang siapkan
Try Out Online Nasional untuk kelas IX SMP dan kelas VI SD. Kita 'menantang'
mereka dengan tagline #BeraniUntukLebih dengan bersaing secara nasional di Try
Out Online GreatEdu," tambah Robert.
Robert juga berharap GreatEdu bisa membantu para guru untuk
meningkatkan kapasitas dan pengetahuan. Ia ingin akses pengetahuan dan
pengembangan kapasitas guru di berbagai daerah mampu ditembus GreatEdu.
Sehingga GreatEdu juga menjadi jembatan peningkatan kesejahteraan para guru.
"Lewat GreatEdu, kita ingin peserta didik mendapatkan akses
pendidikan lebih mudah dan bermutu sedangkan para guru, yang kami sebut sebagai
tutor, dapat meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan mereka," tutup
Robert. [red/mzl/rls]





No comments