Hearing Wartawan Media Online dan DPRD Kaur Hasilkan Rencana dan Harapan tak Pasti
Hearing Wartawan Media Online dan DPRD Kaur Hasil kan Rencana Dan Harapan Yang tak Pasti
Kaur, Kejarfakta.com -- Rapat dengar pendapat (Hearing)
wartawan Media Online se Kabupaten Kaur dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kaur yang di gelar di ruang Komisi ll Senin 28/3/19.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Deni Setiawan,SH dan di hadiri anggota DPRD Kaur,Abdul
Hamid,Riduan, Dodi Ariyanto, Najamudin,SE, dan Eduar Beny,S.Sos. dan Kabag Humas
Sekretariat DPRD Kaur Arjan.
Adapun materi yang di bahas Tentang adanya ketimpangan anggaran
Jasa Publikasi untuk media online dibanding media cetak.
Seperti di ketahui Anggaran Jasa Publikasi yang ada di
sekretariat DPRD Kaur, sebesar Rp250 juta, sementara untuk seluruh media online
hanya kisaran Rp20 juta sedangkan media online yang ada di Kaur berjumlah 25 media
online ini terkesan tidak adil.
Hal ini disampaikan salah satu juru bicara dari Ikatan
Wartawan Media Online Kaur (IWOK), Aprin Taskan Yanto.
“Dari permasalahan ini kami mengharapkan tanggapan dan
solusi yang pasti dan nyata dari anggota DPRD Kaur untuk bisa menyikapi
ketimpangan yang terjadi antara media online dan media yang lainnya,” kata dia.
Hearing Wartawan Media Online dan DPRD Kaur Hasil kan Rencana Dan Harapan Yang tak Pasti
Aprin menegaskan, sesungguhnya banyak banyak solusi dan
alternatif yang dapat dilakukan untuk menambah anggaran publikasi Untuk media online.
Di antaranya mengurangi sedikit biaya perjalanan dinas untuk
anggota DPRD Kau, berkaca pada tahun 2018 lalu biaya perjalanan dinas luar daerah
unsur pimpinan dan snggota DPRD Kaur, sekitar 24 miliar dan tahun 2019
berjumlah 18 milyar.
“Apalagi di sini ada orang tim anggaran pemerintah daerah
(TAPD) dan Badan anggaran (Banggar) yang mengatur nya,” ujar Aprin.
Dari Beberpa penyampaian Anggota Dewan yang hadir Semua
memberi kan Apresiasi terhadap keberadaan dan Kiprah Media Online serta mengakui keunggulan Media
Online Dalam kecepatan dan daya sebar pemberitaan nya.
Terpisah Najamudin,
mengapresiasi dengan hadirnya media Online Kaur dan sangat setuju untuk
mengusulkan penambahan anggaran jasa publikasi untuk media online.
“Kebetulan saya salah satu bagian banggar saya akan berusaha
memperjuangkannya dan kita bersama sama untuk mengawal serta anggaran publikasi
tersebut,” ungkap Najamudin.
Namun sampai acara berakhir tidak ada solusi dan kepastian yang
di dapat semua masih rencana dan harapan yang tidak pasti.
Sementara Sulaiman
Ketua IWOK menanggapi hasil hearing tersebut, hal-hal yang di sampai beberapa anggota DPRD Kaur bukan merupakan solusi dan
keputusan yang diharapkan.
“Semua masih rencana dan harapan yang tidak bisa
dipertanggung jawabkan mengingat, tahun
ini tahun politik,bagaiman kalau hasil pemilihan nanti mereka tidak terpilih
lagi siapa yang akan tanggung jawab dengan pernyataan mereka (DPRD).” Kata Sulaiman.
Reporter : Muhtadin
Editor : Ahsannuri






No comments