Awas, Beredar Kupon Gratis McDonald's Ternyata Hoax
Foto: Ilustrasi Net
Kejarfakta.com- Warganet dibuat gempar dengan beredarnya hoaks di WhatsApp
yang mencatut nama restoran cepat saji McDonald's.
Hoaks tersebut
menginformasikan bagi-bagi kupon senilai Rp 250 ribu. Sayangnya banyak
masyarakat yang tergiur akan hoaks tersebut, sampai akhirnya banyak juga yang
sudah terlanjur mengklik tautan hoaks tersebut.
Hoaks memang sengaja mencatut merek yang sudah terkenal,
tujuannya agar penerima hoaks percaya dan membagikan hoaks tersebut ke teman
atau kerabatnya. Tautan yang dibagikan pada hoaks biasa disebut dengan web
phising.
Dikutip dari CloudHost, Kamis 23 Mei 2018, web phising
merupakan suatu metode penipuan untuk mengelabui target dengan tujuan pencurian
data. Bahayanya lagi phising bisa membuat akun pengguna berpindah tangan ke
pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika dulu phising biasa menggunakan media email,
kini mereka menggunakan media sosial untuk menebar jebakan web phising.
Saat ini media sosial dipilih untuk menjalankan aksi
penipuan melalui phising. Alasannya karena pengguna media sosial sudah sangat
banyak, sehingga mereka dengan mudah menjebak korban.
Mudah sekali jika ingin membedakan berita benar dengan
hoaks, pengguna bisa menelusurinya dengan melihat situs yang tercantum di sana.
Contohnya seperti phising kupon McDonald's hari ini, Kamis 24 Mei 2018, mereka
tidak mengarahkan warganet ke situs resmi McDonald's, melainkan ke situs
https://kupon-id.top/mc-donalds.
Jika Anda belum mengetahui situs resmi brand tersebut, Anda
bisa dengan mudah menemukannya di pencarian Google.
Namun, jika nasib Anda sedang tidak beruntung dan sudah
mengklik tautan phising tersebut, Anda bisa dengan segera mengubah password
media sosial. Contohnya saat berada dalam situs tersebut, anda akan diarahkan
untuk mengisi username dan password media sosial Facebook dengan seribu kata
yang menjanjikan. Langkah selanjutnya anda hanya harus mengganti password
Facebook.
Kejahatan phising entah sampai kapan akan berakhir, atau
nantinya malah akan ada lagi teknologi pencurian data yang lebih berbahaya.
Inilah mengapa kita diharuskan tetap waspada hidup di tengah-tengah perkembangan
teknologi. (*)





No comments