• Breaking News

    Hebat..! Sukmawanto Mampu Ciptakan Inovasi Petani Kopi Lambar


    Proses Pengolahan Kopi Sebelum di Produksi

    Kejarfakta.com, Lambar- Salah satu produk kopi bubuk robusta, yang di hasilkan home industri / IKM Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang di kelola oleh Sukmawanto, bernama suxmaco.

    Produksi Kopi Bubuk Robusta Suxmaco, adalah biji kopi berkwalitas  berasal dari daerah pegunungan Lambar yang mampu memberikan cita rasa yang khas utamanya bagi para pecinta kopi, produk tersebut dikemas dalam kemasan premium yang elegant.

    Selain Biji berkualitas biji kopi Robusta yang didapat dari petani didesa setempat, sebelum di olah terlebih dahulu dilakukan  proses sortir, pencucian dan penjemuran diatas terpal dan para-para sebelum proses Roasting.

    Usaha kopi bubuk yang dikelola bapak berusia 35 tahun itu, menuai banyak apresiasi, lantaran terobosan dalam pemanfaatan buah kopi yang menjadi komoditas usaha masyarakat lambar tersebut, tentang usaha yang digelutinya disebut trobosan dalam meningkatkan level kopi robusta ditingkat pasar.

    Sukmawanto dengan sapaan mas Wanto., melalui industri rumahannya, mampu membuktikan bahwa cita rasa biji kopi robusta memang merupakan pilihan dalam produksi kopi bubuk.

    Dijelaskan Wanto, pada tahun 2014 lalu,  awal dari ketertarikannya membuat usaha kopi bubuk Suxmaco tersebut, tak lain mencoba menciptakan trobosan agar bagaimana hasil bumi petani Lambar yang melimpah ruah setiap tahunnya itu, dapat dikembangkan pemasarannya dalam beragam parian atau produk. 

    Dan masyarakat tidak hanya stagnan dengan menjual hasil bumi dalam bentuk biji kopi kering yang harga jualnya terkesan monoton.

    "Sejak dua tahun ini karena faktor cuaca alam hasil kopi menurun, karena itu saya mencoba mencari solusi agar ketergantungan masyarakat terhadap kopi yang pengolahannya biasa-biasa aja. Maka saya mencoba pengebangannya dengan memeroduksi kopi bubuk," ujarnya.  

    Model Kemasan Produk Suxmaco yang siap di Produksi

    Dimana, mampu terciptanya olahan rasa kopi yang berkualitasnya tersebut, karena biji kopi yang diproduksi dipetik merah (matang), kemudian dalam penjemuran biji tidak menyentuh tanah sehingga tidak terkontaminasi dengan unur tanah atau lainnya.

     Kemudian dalam penyangraian menggunakan mesin roasting dan diolah sedemikian rupa hingga muncullah kopi bubuk robusta sukmaco yang kini menjualannya hingga pulau jawa dan negara luar.

    Usaha rumahan Suxmaco tersebut, menuai pujian dari Petugas Pendamping Desa Heriyanto., usaha yang dikembangkan Wanto tersebut, perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena dianggap sinergi dengan program prioritas Dana Desa yakni Produk Ungguan DeSuxmaco Kooikades).

     "Masyarakat sudah mulai tertarik memanfaatkan hasil bumi dalam bentuk usaha rumahan yang cukup menjanjikan dengan mulai menjual hasil bumi kopi robusta seperti kopi bubuk yang harganya jauh lebih tinggi dari penjualan dalam bentuk biji kopi," ungkapnya.

    Karena itu Heri juga mengajak pengusaha kopi bubuk yang kini mulai bertumbuhan dilambar dapat memanfaatkan momen-momen yang dilakukan pemkab lambar untuk mempromosikan hasil-hasil produksi. 

    "Sebentar lagi akan ada Festival Kopi oleh Pemkab Lambar, itu menjadi momentum emas tunjukkan hasil produksi yang telah masyarakat ciptakan," Pungkasnya. (*)

    No comments

    Post Top Ad