Ini Dia...Cibiran Seorang Oknum PNS OKUS di Medsos Yang Dianggap Langgar UU ASN
Syaripudin Abdullah.Oknum PNS Yang Berani Berkomentar Menghina Parpol TanTimses Calon Gubernur Sumsel
Kejarfakta.com, OKU Selatan-- Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS)
yang menjabat Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Perizinan Kabupaten Ogan Komering
Ulu (OKU) Selatan, diduga melanggar UU Pemilu dan ASN terkait Aparatur Negeri
Sipil (ASN), akibat berkomentar di salah satu Group Media Sosial (Medsos) Facebook.
Ironis ketika komentar oknum PNS menanggapi salah postingan Netizen,
terkait Pilkada Sumsel diduga mencemooh salah satu Partai dan Tim Sukses Paslon
diposting Sahrial Suhaimi pada Group "Cinta OKU Selatan" Selasa (8/5)
lalu.
"Dodi bae tau salah satu hambatanyo
"infrastruktur" Apolagi Bapaknya (Gubernur) la bekuasa 10 tahun.
Artinya tidak ada niat!!! Jadi wong kito ikut2an mendukung bukan karena bakat
majuke daerahnyo tapi kebanyakan kepentingan Partai.. Nak muhtah jingoknyo
SELURUG PENDUKUNG balon membuat status cak polisiti ulunh pdahal baru kemaren
sore dipelolkan wong jdi timses," tulis Akun Facebook Syaripudin Abdullah.
Akun Facebook Milik Oknum PNS OKUS Yang Terkesan Arogan Syaripudin Abdullah.
Pengurus DPD Partai Golkar OKU Selatan, Candra sangat
menyayangkan postingan oknum PNS di Medsos sudah menyerang pengurus Partai
tersebut. "Ya kami sangat menyayangkan sekali sampai seperti ini dan ini
tidak pantas dilakukan oleh oknum ASN," ujarnya.
Ketua Panwaslu OKU Selatan, Herry Aprizon SH mengatakan,
sejauh ini pihaknya sudah menerima informasi awal terkait komentar oknum ASN
diduga melanggar UU tersebut. "Kalau informasinya sudah kami terima tetapi
memang untuk laporan belum kami terima dan terkait informasi ini kita sudah
menurunkan tim untuk mengkaji dugaan pelanggaran tersebut," jelasnya.
Ini Celotehan Syaripudin Abdullah Di Akun Facebook Miliknya
Sementara itu, Syarpudin Abdullah mengakui, jika akun
Facebook "Syarpudin Abdullah" adalah akun pribadi yang diduga
mengomentari salah satu Partai Penguasa di OKU Selatan. "Ya. Itu akun
Facebook saya sendiri, kalau memang komentar di Facebook ini salah nanti akan
saya hapus," ujarnya.
Dia mengakui, komentar tersebut hanya untuk mengkritisi
pemerintah provinsi terkait pembenahan Danau Ranau. "Itu hanya untuk mengkritisi bukan ingin menghina dan
menyudukan Paslon dan Partai tertentu," singkatnya. (sri.kejarfakta.com)







No comments