• Breaking News

    Katanya Pendidikan Progam Utama di Lambar, Tapi Masih Ada Sekolah Yang Mubazir


     Kondisi SMPN Satap 2 Ujung Rembun Yang Tak Terawat

    Kejarfakta.com, Lambar- Sekolah merupakan sarana kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak dalam suatu wilayah seperti Desa, Kecamatan dan Kabupaten tertentu, dan merupakan cikal bakal dalam pembentukan manusia yang berpendidikan. Sebagai mana di ketahui sarana pendidikan tersebut memiliki jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga Sekolah Lanjutan tingkat Atas (SLTA).

    Untuk itu, sangat di perlukan dalam suatu sekolahan situasi aman dan nyaman serta mengutamakan kedisiplinan baik bagi para pelajar maupun para pengajar demi menjaga mutu dan kwalitas, serta menciptakan insan yang berwawasan dan berilmu tinggi.

    Namun apa jadinya, Jika justru pihak sekolah utamanya para dewan pengajar bahkan Kepala sekolah (Kepsek), jurtru tidak menciptakan mutu sekolah yang baik.

    Itu terbukti, berdasarkan hasil investigasi beberapa awak media yang menemukan sebuah sekolah yang di kepalai oleh Suanda., sejak beberapa tahun silam itu, terkesan memperihatinkan dan lepas dari pengawasan pihak Dinas Pendidikan, Yaitu SMPN satap 2 Pekun Ujung rembun Kecamatan Lumbok seminung Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

    Pasalnya, dalam kunjungan tersebut Senin 28/52018,  selain kondisi sekolah yang terlihat tidak terawat tak satupun pelajar dan pengajar yang berada di sekolahny itu.

    Melihat fenomena yang terkesan langka itu, pihak media mencoba mengkonfirmasi kejanggalan itu kapada warga sekitar.

    Kondisi Gedung SMPN satap 2 Ujung Rembun Yang Terkesan Mubazir

    Salah seorang warga yang enggan disebutkan namannya mengatakan, pemandangan seperti itu bukan hal yang tabu bagi warga di sekitar sekolahan tersebut. “Makanya warga dini lebih menyekolahkan anaknya ke sekolah yang bermutu meskipun jarak tempuhnya jauh untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” jelasnya.

    Masih kata dia, pelajar yang bersekolah di seklah itu, jarang masuk disebabkan rasa kecewa terhadap para dewan guru dan pihak sekolah yang didak memperhatikan bahkan memberikan contoh buruk kepada para pelajar, di sekolah itu seperti jarang masuk untuk memberikan pelajaran sebagai mana mestinya.

    “Siswa nya males mau sekolah itu mungkin karna mereka kecewa Sama pihak sekolah, karena anak anak itu telah jauh-jauh berangkat dari rumah mau sekolah malah sampai Sekolah gak ada siapa-Siapa” imbuhnya.

    Bahkan yang lebih mengejut kan dan terkesan miris semenjak di renovasi pada tahun 2017 lalu hingga saat ini sekolah itu tidak di funsikan sebagai mana mestinya. “Sekolah tersebut belum pernah di tempati  di fungsikan oleh pihak sekolah dan  para Siswa” paparnya.

    Selain Sarana Pendidikan Jalur Menuju Ujung Rembun Butuh Perhatian

    Pertanyaanya, dengan konsi sarana pendidikan seperti itu, di apakan dan dikemanakan anggaran-anggaran yang di persiapkan untuk sarana pendidikan tersebut salah satunya dana Biaya Operasional sekolah (BOS), dan anggaran lainnya.

    Bahkan ketika kita rujuk salah satu program Pemkab Lambar, dengan mengutamakan Pendidikan serta program literasi yang selama ini di gembar-gemborkan justru ditemukan sarana pendidikan yang terbengkalai dan luput dari pantauan pemerintah terkait.

    “Saya berharap pihak terkait secepatnya mengambil tindakan demi keselarasan serta kelancaran kegiatan pendidikan di sekolah itu,” pungkasnya. (Red.Kejarfakta.com)

    No comments

    Post Top Ad