Demi Capai Lima Ribu Pengunjung Air Terjun Anglo Gunungrejo, Pesawaran, Lampung Semakin Di Per Elok
Kejarfakta.com, Pesawaran--Berkaca dari kisah sukses capaian target kunjungan wisatawan ke destinasi wisata air terjun Anglo, Dusun Kaliawi, Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang mencapai dua ribu pengunjung pada musim liburan Tahun Baru 2018 dan meningkat jadi tiga ribuan pengunjung saat libur Lebaran 2018 baru lalu, sejumlah upaya strategis mempercantik wajah obyek wisata setinggi 25 meter itu terus ditempuh Pemerintah Desa setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pengelolanya.
Demi pencapaian target lima ribu kunjungan pelancong pada liburan Tahun Baru 2019 mendatang, titik-titik menarik di tempat wisata yang masih sangat alami didukung lingkungan sejuk nan asri itu akan dilengkapi fasilitas penunjang tambahan yang dijamin akan makin membikin betah pengunjung.
Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Gunungrejo Suranto saat ditanya progres pengelolaan destinasi wisata kebanggaan desanya itu, Sabtu (30/07/2018), pekan lalu.
Suranto menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan sejumlah langkah guna mencapai target dimaksud. Antaranya dengan menambah beberapa spot selfie, mempercantik dan menambah gazebo, serta pelatihan terpadu warga pegiat Pokdarwis.
Juga, menggalakkan promosi tanpa batas melalui jejaring media sosial seperti Facebook, Instagram, aplikasi berbagi video Youtube, aplikasi berkirim pesan WhatsApp, Twitter, termasuk memanfaatkan medium aplikasi videografi dan video blogging (Vlog), hingga pemanfaatan teknologi drone.
Waktu enam bulan ke depan, kata dia, dirasa cukup untuk melakukan berbagai persiapan dengan pelibatan penuh warga beserta aparatur desanya.
"Sudah rahasia umum, pengelolaan usaha jasa wisata desa kami bisa berhasil sejauh ini, selain memang oleh daya tarik lokasinya yang luar biasa alami, airnya jernih, udaranya sejuk, bahkan para pengunjung selalu merasa puas dan janji balik lagi untuk membawa keluarga atau rekan-rekannya ke sini, juga didukung oleh keterlibatan warga kami secara terpadu. Penuh gotong royong, terutama," ujar kades murah senyum yang telah menjabat dua periode sejak 2008 ini mengisahkan.
"Mulai dari pemandu wisata, produsen dan penjual barang makanan dan minuman ringan hingga kerajinan tangan untuk oleh-oleh pengunjung seperti jamu tradisional merek Cap Gunung produksi BUMDes Tunas Mandiri desa kami, petugas kebersihan, petugas keamanan dan ketertiban, serta penggali ide ekonomi kreatifnya, semuanya asli warga sini," ujarnya.
Kades inovatif yang pernah mengharumkan nama desa sekaligus kabupatennya dengan sukses menjadi Juara I Lomba Desa Terbaik Tingkat Nasional Wilayah Sumatera mewakili Provinsi Lampung dua kali berturut-turut pada 2016 dan 2017 ini menambahkan, sejak dua tahun silam pihaknya berusaha mempraktikkan berbagai pranala, kisah sukses dan best practice pola pemberdayaan masyarakat desa serta pengelolaan unit usaha wisata desa sebagai salah satu produk unggulan desa (PruDes) dari berbagai desa sejenis di berbagai wilayah di Indonesia.
"Zaman sekarang buat apa malu. Ayo buang gengsimu, belajar pada yang telah sukses, pastikan pekerjaan semua beres, kalau ada kendala segera pecahkan bersama. Kalau sudah berhasil, belajar lagi memberi nilai tambah agar hasilnya berlipat ganda. Dilarang sombong, justru harus semangat terus, jangan menyerah, Inshaallah," katanya berbagi tips.
Lebih lanjut, pria yang merupakan satu-satunya pelaku penggiat desa mewakili BUMDes dari 1.345 BUMDes yang telah eksis di Provinsi Lampung menghadiri ajang Indonesia Archipelago Expo (Archex) 2018 di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, 2-5 April 2018 ini menandaskan, dirinya dan jajaran aparatur PemDes Gunungrejo berupaya ambil posisi hanya sebagai fasilitator saja.
"Selebihnya, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan kuat yang luhur dari pengurus Pokdarwis Tunas Mandiri Desa Gunungrejo yang kami dorong untuk terus memelopori kegiatan terpadu pengelolaan arter (air terjun, Red) Anglo kebanggaan kami ini," katanya.
Termasuk, kata dia lagi, dalam upaya memupuk kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab masyarakat, dimana Pokdarwis Tunas Mandiri yang digeluti puluhan warga setempat termasuk dirinya selaku penasihat, berperan penting menggerakkan sumber daya pendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh kembang kepariwisataan dan terwujudnya Sapta Pesona dalam meningkatkan pembangunan desanya dan Kabupaten Pesawaran umumnya, serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Kami bersyukur, Pokdarwis desa kami yang dibentuk berdasar musyawarah desa dan disahkan dengan surat keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesawaran sejak November 2016 hingga kini, walau jatuh bangun, terus kompak dan ada saja ide-ide kreatifnya demi memajukan desa kami melalui sektor wisata desa Anglo ini," tegasnya.
Untuk diketahui, keindahan obyek wisata air terjun Anglo yang berada di kawasan dataran tinggi perbukitan dan pegunungan pada ketinggian 400-500 meter di atas permukaan laut (Dpl) ini sukses memikat hati penikmat wisata alam di Provinsi Lampung.
Posisi geografisnya dalam wilayah desa seluas 1.343,41 hektare itu juga memantik menjamurnya jasa wisata petualangan alam memakai moda transportasi kendaraan motor trail (trail motorcycle adventures agrotourism).
Nama Anglo sendiri berasal dari nama wilayah kerja perkebunan karet Way Ratai peninggalan Hindia Belanda (afdeling Anglo), yang berada di pedukuhan (dusun) Gunungrejo yang saat itu bagian wilayah Desa Wates.
Barulah pada 23 Oktober 1986, Dusun Gunungrejo dimekarkan jadi Desa Persiapan Gunungrejo, terbagi 12 dusun, yakni Dusun Kalipasir I, Kalipasir II, Gunungrejo, Kaliawi, Fajarbulan, Gunungsari, Lebaksari, Tamansari, Totoharjo, Merawan, Sidorejo, dan Candipuro. Tercatat, Basnu adalah nama pejabat sementara Kades pertamanya, 1986-1990.
Seiring perkembangan zaman, 27 tahun kemudian, pada 2013, Desa Gunungrejo dimekarkan lagi menjadi tiga desa yaitu Gunungrejo, Mulyosari, dan Poncorejo.
Secara demografis, kini desa pemilik BUMDes pengelola unit usaha bank sampah yang berbatasan dengan kawasan hutan Register 19 Gunung Pesawaran ini terdiri dari sembilan dusun, yakni Dusun Ngadirejo, Kalipasir, Gunungrejo 1, Gunungrejo 2, Kaliawi, Tegalrejo, Talangbandung, Candisari 1, dan Candisari 2.
Jika kita acap mendengar nama salah satu komoditas pertanian cabai terbaik dari Lampung, Cabai Anglo, di desa lokasi obyek wisata air terjun bernama sama yang rajin wara-wiri di layar kaca yang dipimpin Kades Suranto inilah tempatnya.
"Inilah desa kami, desa kami yang sederhana, Desa Gunungrejo, di atas gunung yang 'rejo' (dari bahasa Jawa, rejo, berarti ramai, Red), di Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Lampung. Yang masih penasaran, boleh, yuk, kami undang Anda berkunjung," ujarnya menggoda, sekaligus menutup wawancara. [red Kejarfakta.com/mzl]





No comments