• Breaking News

    Bakso Gelas Menghantarkan Mantan Karyawan Perusahaan Beromzet Diatas Seratus Juta Per Bulan


    Batam (Kepri), Kejarfakta - Menjelang jam 15.00 wib, nampak kesibukan beberapa orang pekerja sebuah lapak bakso gelas/bakso kerikil dipinggir jalan disekitar kawasan Tunas Industrial Park Batam centre mempersiapkan meja dan kursi para pengunjung, yang sebentar lagi tepat jam 15.00 wib adalah dimulainya jam padat pengunjung karena bertepatan dengan jam pulang kerja bagi para karyawan perusahaan.

    Di depan saya duduk seorang pria ber t-shirt putih, dengan senyum sumringahnya menyambutku. Dia adalah Anto, sang pemilik outlet bakso gelas/bakso kerikil yang kini mulai merambah pasar kuliner kota Batam. Dengan sedikit kata pembuka perkenalanku, kami memulai obrolan.

    Berawal dari tahun 2003 silam, Anto tiba di Batam. Dia mulai bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan hingga tahun 2008. Pada tahun ini perekonomian Batam mulai mengalami penurunan, ditandai dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang hengkang ke luar negeri.

    Dunia perhotelanpun terkena imbasnya, pengunjung hotel-hotel mengalami penurunan, dan tak dapat dihindari pengurangan karyawan di berbagai sektor, yang paling terasa disektor industri dan pariwisata pun terjadi.

    "Saya keluar dari perusahaan dan saya pulang kampung mas, tapi setelah dikampung saya berfikir tak ada penghasilan, akhirnya saya balik ke batam lagi, dan saua bertekad untuk memulai jualan". Ujar pria asal sragen jawa tengah ini.


    Bakso gelas/bakso kerikil adalah pilihan Anto untuk memulai usahanya.Alasannya karena harganya relatif murah,terjangkau untuk menengah bawah, anak kost pada khususnya. Dengan hanya merogoh kocek Rp.5000,-/gelas, orang sudah bisa menikmati bakso, meskipun pentolnya kecil kecil (kerikil), tapi kwalitas rasa tetap seperti yang di kedai kedai bakso pada umumnya.

    Berawal dengan modal yang ada, Anto mulai berjualan keliling dengan sepeda motor.

    "Masa-masa inilah terasa pahit getirnya mas, saya harus jalan dan berjualan dari sekolah yang satu ke sekolah yang lainnya, belum lagi kita harus mengalami pengusiran, karna dianggap saya berjualan ditempat-tempat yang dianggap tidak diperbolehkan untuk berjualan, belum lagi saingan dan lain-lain, pokoknya itulah masa-masa sulitnya mas," ujarnya.

    Selama dua tahun Anto berjualankeliling. Dengan semangat pantang menyerah dan selalu berdoa kepada Sang Maha Pencipta, akhirnya dia menemukan lokasi untuk mangkal didaerah kawasan perusahaan. Dan hasilnya perlahan mulai membaik. Hari demi hari orang mulai mengenal produknya.


    Berawal dari ketertarikan karena harganya terjangkau,dan setelah orang mencicipi rasanya, akhirnya pelanggan bakso gelas/bakso kerikil Anto pun terus mengalami peningkatan dan mulai dikenal oleh masyarakat Batam.

    Melihat permintaan yang semakin tinggi dari konsumen, akhirnya dalam kuru waktu dua tahun terakhir Anto telah dapat berjualan dengan mobil pick up, dan terus berusaha mengembangkan usahanya dengan membuka cabang-cabang yang lain.

    Dan sampai saat ini Bakso gelas Anto telah mempunyai tiga cabang (tiga pick up). Meskipun kini harga telah dinaikkan menjadi Rp. 6000,-/gelas karena naiknya harga bahan baku, tak mempengaruhi minat para pengunjung.

    "Alhamdulillah mas, sekarang terus berkembang, berkat do'a dan di bantu oleh dua belas karyawan saya saat ini, perbulannya saya mendapatkan omzet diatas seratus juta per bulan," Pungkasnya dengan penuh rasa sukur.

    Menurut penulis, nilai yang bisa dipetik dari seorang Anto ini adalah doa kepada Sang Maha Pencipta Yang Maha Esa, kegigihan, keuletan, jiwa pantang menyerah, berfikir positif, tetap optimis dan terus berinovasi adalah modal utama dalam perjuanyan membangun sebuah usaha untuk mencapai cita-cita yang gemilang.

    Salam Sukses..!!!.

    (Yenta Kepri /kejarfakta.com)

    No comments

    Post Top Ad