• Breaking News

    Ciptakan Kerukunan Antar Pesilat, Polsek Kertosono Gelar Coffee Morning


    Nganjuk, Kejarfakta.com -- Pencak silat merupakan salah satu khasanah budaya asli Indonesia yang berkembang luas hingga keluar negeri. Seni beladiri dengan ciri khas gerakan yang indah dan keluwesan tubuh ini kemudian menjadi sebuah cabang olahraga yang berada dibawah naungan IPSI.

    Di Kabupaten Nganjuk ini, khususnya di Kecamatan Kertosono terdapat beberapa perguruan yang aktif melestarikan budaya pencak silat dengan berbagai latar belakang dan idealisme masing-masing.

    Dengan jumlah anggota yang cukup besar ditambah kemampuan yang dimiliki, para anggota perguruan pencak silat ini, harusnya diberi kontribusi positif, agar tercipta situasi yang aman dan kondusif.

    Oleh karenanya, Polsek Kertosono menggelar Coffe Morning dan Koordinasi, Forpicam Rayon 3 bersama ketua ranting perguruan silat di wilayah Kertosono, yang dilaksanakan di gedung aula Polsek setempat, Kamis (18/10/2018).


    Hadir dalam kegiatan tersebut,
    Camat Kertosono Drs. Suharono,M.Si, Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sissik, S.Sos, SH, MH, Danramil Kertosono Kapten Arh Suryanto, Kapolsek Baron AKP Jumari, Danramil Baron Lettu Joko Hari Santoso, Kapolsek Patianrowo AKP Joni Suprapto, Danramil Patianrowo Kapten Sudarsono, Kapolsek Jatikalen Iptu Joko Purnomo dan Para Ketua Ranting perguruan silat.

    Danramil Kertosono, menyikapi dengan adanya konflik antar perguruan silat yang terjadi dalam akhir-akhir ini.  "Kita harus jaga persatuan dan kesatuan jangan mudah  terprovokasi ataupun di adu domba. Kalau mau jadi atlet yang berprestasi, jangan prestasi di jalanan," jelas Arh Suryanto yang juga berperan sebagai Ketua IPSI Kecamatan Kertosono.

    Beliau berharap para Ketua Ranting Perguruan Silat, supaya lebih bertangungjawab dalam mengendalikan anggota warganya dan sering di kontrol dalam kegiatannya.

    Sedangkan menurut, Camat kertosono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kertosono adalah Nganjuk ke-2, maksudnya kumpulnya manusia dan permasalahan, untuk itu di perlukan sinergitas kita bersama.

    "Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, harus berani bertanggung jawab penuh terhadap anggotanya dan apabila ada anggotanya yang berbuat salah maka pemimpin yang di mintai pertanggung jawaban, maka seringlah diarahkan ke hal yg positif," ungkapnya.


    Dalam kesempatan itu, Kapolsek Kertosono menyatakan bahwa kemampuan olah kanuragan merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa dan dapatnya menjadi jiwa pelindung masyarakat. Perbedaan perguruan hendaknya menjadi dasar untuk merajut kerukunan dan kebersamaan.

    “Apapun seragam dan ilmunya, itu jadikan kebersamaan untuk menjaga keamanan Kertosono," ujar Kompol Abraham.

    Kompol Abraham, juga menyampaikan bahwa warga perguruan silat perlu diadakan sosialisasi tentang hukum. "Kegiatan-kegiatan seperti ini harus dilakukan secara berkala dan Coffee Morning ini akan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali," tegasnya.

    Reporter : Sofyan
    Editor       : Eko Setio

    No comments

    Post Top Ad