Kadiskes OKU Selatan Akui ada Kesalahan dalam Mencetak Daftar Terima Uang Saku, Sehingga Para Peserta Acara Sosialisaai dan Advokasi Menduga Adanya Pungli
Foto: Diskominfo OKU Selatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses keluarga beserta anggotanya terhadap pelayanan kesehatan dan mendukung pelaksanaan jaminan kesehatan nasional dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, dan mendukung tercapainya tujuan program Indonesia Sehat dalam rencana strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019.
Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Program Indonesia Sehat (PIS) Pendekatan Keluarga (PK) Lintas Program dan Lintas Sektor di Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan yang di gelar di Gedung Agmaratezha Jalan Binjai Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua pada Hari Selasa (16-10-2018) tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta.
Pada Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai desa se-OKU Selatan. Berdasarkan informasi yang berhasil didapat di lapangan, setiap peserta yang hadir dalam daftar hadir memperoleh uang saku senilai Rp. 150.000.
Namun sangat disayangkan setelah kegiatan selesai uang saku yang diterima peserta ternyata hanya Rp. 120.000,. Hal ini membuat munculnya dugaan adanya pungli lantaran uang yang di terima peserta tidak sesuai dengan yang tertera di daftar hadir pada saat tanda tangan.
Kuat dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum panitia pelaksana kegiatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan dengan nilai Rp. 30.000,- yang dipotong dari setiap uang saku peserta. Tiap peserta harusnya menerima uang saku sebesar Rp.150.000,-.
Salah satu peserta yang berinisial Y, seorang bidan, mengaku merasa heran dengan jumlah uang saku yang diterimanya.
"Kami heran karena uang transportasi yang ditulis di daftar terima Rp.150.000,- begitu sampai di rumah dibuka amplop hanya Rp.120.000,- tidak sesuai dengan yang di tulis" ungkapnya Kamis (18/10/2018).
"Kalau memang ada pemotongan semestinya ada penjelasan dari pihak panitia pelaksana ke kami, agar tidak di katakan dugaan pungli," tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Drs. Herman Azedi, SKM, MM saat di konfirmasi mengatakan bahwa setelah melakukan pengecekan terkait hal tersebut memang benar ada uang transport untuk peserta yang hadir.
"Begitu kami lakukan kroscek ternyata sebenarnya menurut Standar Biaya Umum (SBU) uang transportasi tersebut senilai Rp.120.000,- tapi dituliskan didaftar terima Rp. 150.000,,-karena mengikuti tahun kemarin," terangnya.
Dikatakannya, menurut informasi tahun ini bahwa ada pengurangan SBU sehingga yang seharusnya diterima tiap peserta sebesar Rp.120.000,-.
"Kalau menurut SBU tahun ini, uang transportasi yang jauh hanya Rp. 120.000,-, Untuk itu kami akui ini kesalahan dalam mencetak daftar terimanya," ucapnya
Reporter : Sri Fitriyana
Editor : Eko Setio





No comments