Di Kabupaten Kaur, Tambak- Tambak yang Tidak Memiliki Izin Sekarang Kembali Beroperasi
Kaur, Kejarfakta. com -- Sekian banyak usaha tambak udang yang ada di Kabupaten kaur, Provinsi Bengkulu, beberapa bulan yang lalu terpaksa tutup, di karenakan tidak memiliki kelengkapan izin. Salah satunya usaha tambak yang berada di Desa Suka Banjar, Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur.
Berdasarkan hasil konfirmasi media Kejarfakta.com kepada
warga Desa setempat, Sulaiman yang akrab di panggil Sulek, yang merupakan salah
satu warga Desa Suka Banjar saat di temui di kediamannya, Sabtu (10/11/2018).
Sulek menyampaikan bahwasanya, usaha tambak yang berada di Desanya itu selama
ini di ketahui milik pak Haji Tata yang terpaksa tutup beberapa bulan karna diduga
tidak memiliki izin.
“Tapi sekarang sudah kembali beroperasi bahkan sudah tebar
benih/bibit Kurang lebih 20 hari yang lalu,” ujarnya.
Sulaiman yang akrab di panggil Sulek
Sulek, meminta pihak yang terkait dalam hal perizinan tambak
ini. Untuk melakukan pengecekan dan pengawasan.
Sementara saat media akan menemuai pemilik tambah di lokasi,
Hj. Khadijah, tidak berada di tempat, yang ada pak Karyadi sebagai ownernya, akan tetapi beliau enggan dan menolak untuk di
konfirmasi. “Kemudian pihak media disuruh
konfirmasi dengan pak Sugeng yang merupakan tim tehnis budidaya, sembari pergi
masuk ke dalam messnya. Diduga ada sesuatu yang sengaja di tutup tutupi oleh
pak karyadi,” kata Sulek.
Pak Sugeng mengatakan, kalau dirinya disini baru bekerja kurang lebih 1 bulan, dan tugasnya hanya sebagai tim tehnis bidang budidaya. “Saya tidak tau masalah izinnya, karena bukan tugas dan bukan wewenang saya. Itu urusan bos yaitu pak Fahrizal Iswandi dan Karyadi sebagai ownernya, tapi yang jelas bahwa tambak ini dari dulu sampai sekarang masih tetap milik Pak Fahrizal Iswandi, dan tidak di pindah tangankan dengan siapapun, pengurusnya masih tetap orang yang dulu,” ungkap Sugeng.
Saat ditanya tentang pembuangan limbah, Sugeng mengakui
kalau kolam pembuangan limbah di tambak tersebut tidak memenuhi standar karena
terlalu kecil, seharusnya lebih lebar lagi.
“Seperti kolam pembuangan limbah tambak pak Leman yang ada
di desa padang hangat, itu yang sudah sesuai standar. Kolam pembuangan ini akan
saya lakukan perbaikan, secepatnya sesuai standar yang sebenarnya,” ucapnya.
Sugeng mengakui kalau pembuangan limbahnya di alirkan ke laut. "Itu tidak jadi masalah," kata Sugeng.
Reporter : Muhtadin
Editor : Eko
Setio







No comments