Pengerjaaan Proyek Damparit di Kabupaten Pesawaran 2018 Diduga Asal Jadi dan Tidak Bermutu
Pesawaran, Kejarfakta.com -- Pengerjaaan proyek damparit di
Kabupaten Pesawaran 2018 diduga asal jadi dan tidak bermutu. Dan hal ini masih
menjadi hal yang menggiurkan bagi segelintir oknum kuasa pengguna anggaran juga
pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), pejabat pembuat komitmen (PPK)
kontraktor dan konsultan pengawas demi “MENILAP” uang rakyat kekantong pribadi.
Pembangunan damparit yang berlokasi di Desa Sidodadi dan
Desa Tempulingan Kecamatan Waylima contohnya, pembangunan tersebut tidak
memasang papan nama kegiatan, diduga sengaja di lakukan oleh oknum kontraktor
untuk mengelabui masyarakat, demi meraup keuntungan yang sebesar–besarnya
dengan bekerja tidak sesuai spek dan bestek.
Perlu diketahui, sebagaimana dalam undang – undang presiden
yang sudah di atur dalam, No.70 tahun 2012 tentang perubahan ke dua atas
peraturan presiden (Perpres), No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang / jasa
pamerintah serta menutupi masyarakat, UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan
informasi publik ( KIP), pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2000
dikatakan bahwa peran serta masyarakat adalah peran aktif perseorangan,
organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat dalam pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana korupsi.
Papan informasi nama proyek dalam pembangunan yang tidak
terpasang merupakan pembohongan publik, diduga dengan hal semacam ini dapat
mengelabui masyarakat, lembaga dan Pers serta pihak terkait lainnya sebagai
pemantau pembangunan.
Disisi lain anggota LSM P3er Pesawaran Angkat bicara, dalam
pengamatan di lapangan Pengerjaan Proyek damparit yang ada di kabupaten
Pesawaran dari tahun 2017-2018 diduga banyak yang tidak jelas, dari pembangunan
nya - Pengelola nya dan anggarannya, seperti salah satu contoh di desa Sidodadi
dan Tempulingan menunjukkan tanpa memperdulikan mutu juga Kualitas Pembangunan,
Proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi tanpa memperdulikan standar mutu
dan ketahanan proyek. Pada struktur bangunan yang di duga tidak sesuai dengan
spek gambar bangunan dan tidak sesuai dengan anggaran biaya.
Menurut mereka, dalam kegiatan pembangunan damparit di desa
sidodadi dan tempulingan terkesan menutupi dari pengawasan masyarakat dan pihak
kontrol sosial lainnnya.
Pasalnya tidak tahu perusahaan apa yang mengerjakan dan dari
mana, serta berapa biayanya. Masyarakat akan sulit mengontrol pelaksanaannya mulai
dari pembangunan hingga hampir selesai masih belum mempunyai plang proyek hal
ini yang menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan teka-teki kepada masyarakat.
Dan Saat di temui salah satu Pekerja damparit di Desa Tempulingan
mengatakan, kalau pengawas dari Dinas jarang turun ke lokasi. “Kalau mau lebih
jelas temui saja Pak Haidir Selaku Pengelola,” kata pekerja tersebut.
Tapi sayang ketika ingin di konfirmasi di kediamannya Pak
Haidir tidak ada di tempat. “Beliau masih mengajar di M.A Kedondong,” kata
istri dari pak haidir.
Salah Satu Anggota LSM P3er Pesawaran Juga menyesalkan
kepada pihak yang tidak terbuka kepada masyarakat mau pun publik tentang pembangunan
damparit itu, sehingga pengerjaan proyek tersebut dapat diduga dibangun asal
Jadi, untuk meraih keuntungan pihak-pihak terkait.
Reporter : Yoga
Editor : Eko
Setio






No comments