Kabupaten Lampung Selatan Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami Tahun 2018
Kabupaten Lampung Selatan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2018
Kalianda, Lamsel, Kejarfakata.com -- Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Tahun 2018, berlangsung hari ini Selasa (6/11/18), di TPI Dermaga BOM Kalianda, kecamatan kalianda, Kabupaten Lampung selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur penanggulangan bencana Kemendagri Elvius Dailami, Kasubdit direktorat perencanaan siaga BNPB Eni Supartini, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Kasdim 0421/LS Mayor Inf Agus Waluyo, Kabag Ops Polres Lamsel
Kompol Ujang, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Supriyanto, Para Kepala Badan/Dinas/Instansi, Erdiyansah Camat Kalianda.
Kabupaten Lampung Selatan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2018
Dalam sambutannya Plt. Bupati Lamsel Nanang Etmanto, menyampaikan menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini, dengan harapan Pelaksanaan Simulasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kerawanan dan ancaman terjadinya bencana.
“Antisipasi dini dalam bentuk Simulasi bencana seperti ini, menjadi arti penting tersendiri bagi kita, sebab berbicara bencana tentu kita tidak bisa luput darinya dan dilain sisi kita juga tidak berharap bencana itu datang dalam kehidupan kita”, ujarnya.
“Upaya ini juga dilakukan tentunya, diharapkan akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa siaga dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang datang, untuk mengantisiapasi kesiapan warga masyarakat dalam menanggulangi atau paling tidak menyelamatkan keluarga sendiri dulu apabila terjadi bencana. Dengan dilasanakannya Simulasi ini, menjadi langkah awal agar penanganan bencana yang selama ini masih belum dipahami oleh masyarakat, dan kedepan masyarakat bisa lebih memahami tata cara penanggulangan bencana,” imbuhnya.
Kabupaten Lampung Selatan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2018
“Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi kerentanan bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung serta yang sangat riskan adalah bencana gempa bumi dan tsunami yang jika ini terjadi maka akan menelan banyak korban,” Tandasnya.
Terpisah Kasubdit Direktorat Perencanaan Siaga BNPB Eni Supartini, menyampaikan kesannya saat pertama kali menginjak kan kaki di Lamsel. “Saya sangat kagum dengan kondisi alam yang masih terjaga dengan sangat baik,hari ini kita juga telah melaksanakan simulasi regional di kabupaten cilegon provinsi banten,” kata dia
Dengan ada nya latihan ini diharapkan masyarakat Lamsel, lebih peka terhadap terjadinya suatu bencana,melihat tempat yang begitu dekat dengan episenteum gempa, apa bila terjadi di perkirakan hanya membutuhkan waktu 5 menit dari titik gempa untuk mencapai daratan Lampung selatan
“Selama kita faham dan atau filosofi bencana alam, kita tidak perlu kawatir,ancama gempa bumi indonesia menempati urutan 84 dari seluruh dunia, kejadian di palu menjadi tolok ukur kita untuk berbenah karena saat kejadian terkadi kami tidak mendapat data likuivaksi seperti kejadian di palu, maka dari itu saya meminta kepada pihak provinsi untuk memetakan data ancaman likuivasi yang ada,sebagai kepala daerah tidak boleh menyerah dan harus bangkit, Kita perlu memperkuat disektor swasta seperti hotel harus mau menampung pengungsi serta pemerintah daerah harus wajib menyiapkan rambu-rambu evakuaisi apa bila terjadi bencana,Kita tidak perlu takut dengan bencana namun kita harus siap menghadapi bencana,” Lanjut dia
Kabupaten Lampung Selatan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2018
Elvius Dailami Direktur penanggulangan bencana Kemendagri menyampaikan, pihak Kemendagri memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan simulasi gempa dan sunami hari ini, belajar dari kejadian gempa bumi dan sunami palu pemerintah daerah harus lebih siap untuk menghadapi nya.
Negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya, dengan adanya simulasi sunami dan gempa bumi pemerintah daerah telah menyiapkan untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat kejadian tersebut, Pemerintah pusat dalam hal ini kemendagri telah menerbitkan PP standar penanganan bencana,pengangaran penanggulangan bencana sudah ada payung hukum nya jadi wajib bagi setiap daerah untuk menyiapkan anggaran penanggulangan bencana
“Anggaran harus menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mengangarkan penanggulangan bencana, tidak ada alasan pemerintahan daerah untuk tidak melaksanakan nya karena sudah ada payung hukumnya, dari ujung pulau sumatra sampai dengan Lampung masuk kedalam zona ring of fire hal itu sangat berisiko terjadi bencana,maka dari itu harus melakukan latihan simulasi untuk menyiapkan semua personil guna mengantisipasi terjadi nya bencana,” Pungkasnya. (red)








No comments