Parosil Paparkan Potensi Lambar kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution
Bupati
Lambar hadiri Rakor pengembangan vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta
pusat (7/12)
Jakarta, kejarfakta.com-
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor)
pengembangan vokasi (SMK) sesuai dengan potensi daerah yang dipimpin Menko
Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Ruang Rapat Mahakam Lt III, Gd Ali
Wardhana, JL. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta Pusat Jum'at (7/12), ia
merupakan satu-satunya Bupati yang di undang dalam acara tersebut.
“Lampung
Barat merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Lampung, dan untuk
meningkatkan produktivitas dan turunan kopi yang kita hasilkan, maka pada TA
2019 Lampung Barat akan mendirikan sekolah kopi,” kata Parosil menjelaskan
salah satu materi yang disampaikan pada peserta Rakor.
Tahap awal
sekolah kopi tersebut sifatnya tidak formal. Jadi seluruh lapisan masyarakat
bisa belajar di sekolah kopi yang akan dipusatkan di kebun percontohan milik
Pemkab di Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya.
“Jadi ada
beberapa disiplin ilmu yang bisa didapatkan bagi peserta pendidikan, dari
pengolahan lahan, pembibitan, sistem stek, barista, pengelolaan pasar, dan saya
pastikan bahwa seluruh warga Lambar bisa belajar disini, tanpa melihat latar
belakang pendidikan formal serta usia,” kata Parosil, seraya mengatakan program
tersebut selaras dengan program Presiden RI Joko Widodo.
Bupati
Lambar paparkan potensi daerah dan program pemerintah kabupaten Lambar saat
Rakor vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12)
Program
Bupati Lambar bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin yang dikembangkan sesuai
potensi daerah sudah cukup banyak seperti sekolah kopi, program literasi, tangguh
bencana dan kabupaten konservasi “Semua program yang kita jalankan tidak ada
yang spektakuler, tetapi semua disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi
masyarakat Lampung Barat serta potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Menurut Menko
Perekonomian Darmin Nasution "Selama ini, lulusan SMK merupakan penyumbang
angka pengangguran terbesar, yakni sebesar 8,92 persen berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2018. Hal ini dikarenakan masih
lemahnya pemetaan potensi lokal sehingga, pemerintah berencana untuk memetakan
pendidikan vokasi di SMK agar sesuai dengan potensi lokalnya, rencananya
Pemerintah Akan Dirikan SMK Khusus Kopi" ujarnya.
Terakhir, pihaknya berharap bisa sharing karena total anggarannya cukup
besar dan daerah juga bukan hanya minta, kami juga menginisiasi. Kalau
pembangunan sekolah kopi di Lampung Barat sendiri saja karena kebetulan
konsepnya agrowisaata memakan biaya Rp 12 miliar.
Peserta
undangan lainnya yakni delapan gubernur, masing-masing Gubernur Jawa Barat,
Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan,
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Bali, wakil ketua Kadin Bidang
Ketenagakerjan dan Hubungan Industrial dan Ketua Komite Tetap Pelatihan Tenaga
Kerja Kadin Indonesia.(red/hms)






No comments