Presiden Joko Widodo : Strategi Kebudayaan Dapat Mengacu Pada Trisakti
Jakarta, Kejarfakata.com-- Negara wajib memajukan kebudayaan
nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan
masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Kini,
upaya pemerintah meningkatkan ketahanan budaya untuk menghadapi berbagai
tantangan bangsa Indonesia, baik yang datang dari domestik maupun luar
(eksternal), pada masa kini dan mendatang menjadi semakin jelas dan terarah.
Dengan ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan
Kebudayaan, pemerintah diamanatkan untuk menyusun Strategi Kebudayaan yang
menjadi landasan pembangunan nasional.
Presiden Joko Widodo berpesan agar strategi kebudayaan dapat
mengacu pada Trisakti. Dengan memperhatikan bagaimana asas berdaulat dalam
politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan dapat
menjadi ruh dari pengelolaan kebudayaan nasional. Strategi kebudayaan tersebut
juga diharapkan dapat menghimpun masukan dari berbagai sektor dengan melibatkan
segenap pemangku kepentingan bidang kebudayaan.
Kongres kebudayaan yang pertama kali diselenggarakan pada
tahun 1918 di Surakarta telah menjadi forum strategis terbesar para pemangku
kepentingan di bidang kebudayaan. Melalui Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI)
tahun 2018, pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan menyusun
strategi kebudayaan yang diharapkan dapat diserahkan kepada Presiden Republik
Indonesia untuk segera ditetapkan menjadi sebuah landasan kebijakan.
Mengambil tema “Berkepribadian dalam Kebudayaan”, Kongres
Kebudayaan Indonesia (KKI) tahun 2018 digelar pada tanggal pada 5 – 9 Desember
2018 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di kawasan
Senayan, Jakarta. KKI diharapkan dapat menjadi tempat untuk belajar dan menjadi
ruang terbuka bagi publik agar dapat berinteraksi dan memperluas jejaring.(*)





No comments