Donasi IKA Smansa Pringsewu 1997 di Tenda Pengungsi
Koordinator penggalangan donasi kemanusiaan IKA Smansa Pringsewu 1997, Muzzamil, bersama warga pengungsi penyintas tsunami di posko pengungsian Desa Sukaraja, Rajabasa, Lampung Selatan. Foto: Muzzamil
Lampung Selatan,
Kejarfakta.com - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 1 (Smansa) Pringsewu
angkatan 1997 menyalurkan bantuan bagi pengungsi penyintas tsunami pascaerupsi
Gunung Anak Krakatau (GAK) Selat Sunda 22 Desember 2018, di check point posko
pengungsian SMPN 2 Rajabasa, Desa Sukaraja, Lampung Selatan, Jum'at (4/1/19)
malam.
Melalui keterangan
tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (5/1/19), koordinator penggalangan donasi
kemanusiaan IKA Smansa Pringsewu, Muzzamil menjelaskan, bantuan hasil galang
donasi sejak 27 Desember 2018 itu berupa 50 paket pakaian layak pakai, selimut,
karpet lantai, sapu ijuk. Juga, MCK kit, Mom's kit, dan seragam siswa kelas 1
dan 2 SD.
Bantuan diterima
langsung oleh Titin dan Junaidi, serta koordinator posko pengungsi, Wawan yang
hadir belakangan, mewakili 300-an warga pengungsi dan korban tsunami asal Desa
Sukaraja dan sekitarnya.
Puluhan ibu dan
anak-anak tampak gembira menerima bantuan itu. Sejumlah ibu nampak terharu
melihat anak-anaknya mencoba langsung pakaian seragam sekolah agar pas saat
dikenakan, menjelang libur usai.
"Sekolah semua ya?
Semangat ibu-ibu? Lampung Selatan?" pekik Muzzamil, yang coba menyemangati
warga. "Kuat..," sahut mereka berkelimun di samping tenda dapur umum
milik Bank Indonesia, kompak.
Sebelum ke lokasi,
Muzzamil mengaku sempat memantau obyek distribusi logistik dan obat-obatan yang
kian hari kian terkelola baik di semua posko pengungsi. "Mulai Desa
Cugung, Kunjir, Way Muli Timur, Way Muli, Way Muli Lunik, Sukaraja, dan
Banding, saya simak tata kelola distribusi agar tak overlap makin baik,"
komentarnya.
"Saya juga
salurkan logistik mie instan dari guru kami, Pak Budi dan Bu Suwarni, ke posko
pengungsian Dusun Blajung, Desa Canti, Rajabasa, lewat salah satu wakil warga,
Pak Yusuf," tambahnya.
Suasana Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, dibidik dari pantai Jalan Raya Pesisir, Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Jum'at (4/1/2019) petang. Foto: Muzzamil
Sementara, Ketua IKA
Smansa Pringsewu 1997, Dicka Dwiaji berharap bantuan itu dapat turut
meringankan beban kerugian materi dan dampak psikososial para korban.
"Secara tak
langsung, kegiatan ini menumbuhkan rasa solidaritas dan tolong menolong
antarsesama, dengan tidak memandang suku, agama, ras dan antargolongan. Sesuai
ajaran agama apa pun dan sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa
Indonesia," ujar pemusik band rock Spandex yang melegenda di Lampung sejak
akhir 1990-an ini.
Mewakili jejaring
alumni, Dicka pun berharap kegiatan positif itu dapat dilanjutkan untuk
menolong sesama, seraya berpesan agar penggalangan bantuan bisa dikoordinasi
lebih awal, hingga penyalurannya tepat sasaran dengan kerjasama dan soliditas
tim.
"IKA Smansa
Pringsewu mengucapkan dukacita, belasungkawa mendalam kami atas terjadinya
bencana ini. Besar harapan, pascatsunami ini semua korban bisa segera
beraktifitas seperti sediakala dan hidup normal kembali. Tak lupa berdoa pada
Sang Khalik agar selalu dalam lindungan-Nya. Tetap semangat, badai pasti
berlalu, aamiin," tutup Dicka, yang kini ASN Dinkes Kabupaten Pringsewu
itu.
Di grup Whatsapp alumni
sekolah negeri tertua di Pringsewu, bertagline Sekolah Para Juara itu, sejumlah
alumnus turut menanggapi nukilan foto dan video pendek kegiatan yang dikirim
Muzzamil dari lokasi.
"Alhamdulillah,
terharu melihat mereka. Ayo sisihkan sebagian harta kalian buat mereka, sedekah
akan melebihkanmu, yakinlah janji Allah. Indahnya berbagi," kata Heni
Restuti, alumnus, berpesan.
Alex Ramora, alumnus
lainnya, berharap momen itu makin menambah kepedulian terhadap sesama.
"Semoga, segala upaya kawan-kawan semua, menjadi ibadah," tanggapnya.
"Mantap,"
singkat Iwan Nurdin, salah satu alumnus, yang kini Ketua Dewan Nasional
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Alumnus lainnya, Kusnadi, mendoakan
rehabilitasi sosial pascatsunami bisa cepat me-recovery kembali psikologi warga
korban. "Aamiin ya Rabbal Alamin." [red/mzl]






No comments