Hati-Hati! Modus Baru Pencurian, Nenek 60 Tahun di Pringsewu Jadi Korban
Pringsewu, Kejarfakta.com -- Masyarakat kembali dihimbau
lebih berhati-hati terhadap adanya modus baru pencurian dengan pemberatan
(Curat) yang terjadi.
Pasalnya, Sabtu (16/2/2019) pagi telah terjadi pencurian modus
pemeriksaan kesehatan terhadap lansia di Kecamatan Pardasuka. Modus tersebut
mengalihkan perhatian, sebab ketika lengah para pelaku menarik paksa kalung
emas seberat 10 gram yang digunakan korban kemudian langsung kabur.
Akibat kejadian, korban Tisa, nenek 60 tahun warga Dusun
Sumberjaya Pekon Pardasuka Timur Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu
mengalami kerugian Rp5 juta.
Beruntung, setelah menyadari pencurian, korban segera
menjerit meminta pertolongan sehingga, para pelaku berhasil diamankan Polsek
Pardasuka Polres Tanggamus dibantu warga dan Kepala Pekon setempat.
Kapolsek Pardasuka Polres Tanggamus AKP Martono, SH. MH
mengungkapkan pelaku yang berhasil diamankan berjumlah dua orang.
"Pelaku dua orang, yakni M. Nur Hasan (44) dan Muhadi
(46), keduanya warga Way Halim Bandar Lampung," kata AKP Martono mewakili
Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Senin (18/2/2019) siang.
Lanjutnya, para pelaku ditangkap selang beberapa menit usai
melakukan aksi kejahatannya tersebut. "Usai aksinya itu, para pelaku kabur
sekitar 3 KM atau 15 menit pengejaran para pelaku ditangkap di Pekon Sukorejo
Kecamatan Pardasuka," terangnya.
Saat ini tersangka berikut barang bukti seperangkat alat
kesehatan milik para pelaku dan kalung emas berat 10 gram diamankan di Polsek
Pardasuka Polres Tanggamus.
"Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan pasal
363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya.
Sementara, seorang pelaku Muhadi selaku pemilik alat
kesehatan tersebut mengakui semua perbuatannya, namun dia berkilah bahwa
perencana pencurian itu adalah M.Nurhasan, dengan targetnya adalah Lansia.
Bahkan, menurut pria berbadan besar itu dalam aksi
kejahatannya murni adalah kecepatan tangan dan tidak menggunakan mistis atapun
gendam dan sejenisnya.
"Alatnya punya saya, teman saya itu yang ngajak. nggak
pake-pake misitis atau sejenisnya murni kecepatan tangan," ucap Muhadi.
Ia juga mengkui bahwa, dalam tempo seminggu lalu telah
melakukan aksi yang sama di Lampung Tengah, tetapi tidak berhasil karena korban
menyadarinya. "Seminggu lalu juga mencuri di Lampung Tengah cuma belum ada
hasil," tandasnya. (*/red)





No comments