Revitalisasi Sijuk Heritage Sebagai Destinasi Pariwisata Pulau Belitung
Bupati Belitung H. Sahani Saleh (kiri) Dekan UI Adrianus L.G Waworuntu dan Staf Ahli Kemenpar Esthy Astuty. Sabtu (23/2/2019) Foto:Edo.
Rombongan Staf Kemenpar dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI
didampingi langsung oleh Bupati Belitung H.Sahani Saleh (Sanem) dan Wakil
Bupati Isyak Maeirobi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Babel, Kadin Pariwisata
Kabupaten Belitung, Camat Sijuk, dan Kades Sijuk. Setibanya di rumah kediaman
Ibu Dian yang juga pemilik salah satu Rumah Sijuk Heritage di jalan penghulu
sijuk langsung disambut tarian selamat datang binaan US Comunnity yang diketuai
Riegi.
Dalam hal ini Kementerian Pariwisata Bidang Multikultur dan Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Indonesia bersama komunitas masyarakat Sijuk (USC/Urang
Sijok Comunnity) mengadakan kegiatan Revitalisasi Sijuk Heritage sebagai
Destinasi Pariwisata Pulau Belitung.
Bupati Belitung Sahani Saleh, Staf Ahli Kemenpar dan Dekan UI,Sabtu (23/2/2019).
Bupati Belitung H. Sahani Saleh (Sanem) dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Dan dirinya berharap nilai-nilai budaya yang ada di desa Sijuk tetap terjaga dan ditingkatkan lagi promosinya.
Revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali rumah atau
bangunan lama milik masyarakat dengan melakukan pengecatan ulang. Selain itu,
dalam hal ini juga PT. PROPAN (The Paint Spesialist) memberikan bantuan secara
simbolis kepada pemerintah Desa Sijuk berupa cat dan alat perlengkapannya. PT.
PROPAN juga akan memberikan pelatihan kepada US Community dan anggota
masyarakat sebagai pelaksana kegiatan tentang cara dan teknik dalam pengecatan
yg rencana akan dimulai pada bulan Maret 2019 mendatang.
Staf Ahli Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan potensi budayanya Sijuk
sangat luar biasa, nilai-nilai potensi yang ada harus dikembangkan lagi agar
bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memacu pariwisata.
Bupati Belitung Sahani Saleh bersama anak-anak tari binaan US Comunnity, Sijuk. Sabtu (23/2/2019) Foto:Edo.
"Sijuk ini potensi budayanya sangat luar biasa, tapi kita harus
sadar yang tadinya potensi ini sangat tinggi, tapi juga harus dikembangkan.
Kalau hanya potensi saja tidak kita promosikan, tidak kita tawarkan, tentunya
tidak akan bermanfaat buat masyarakat. Jadi kami dari pariwisata dan pak
menteri selalu menyampaikan Babel atraksi juga harus dikemas karena potensi
yang sangat besar itu adalah potensi budayanya. Karena potensi budayanya Sijuk
ini sangat luar biasa," ungkap Esthy Astuty.
Dekan UI Adrianus L.G Wawuruntu menuturkan pentinganya kerjasama antar
komponen untuk memacu kemajuan pariwisata.
"Mudah-mudahan berkenan, dan mudah-mudahan kita bisa jadikan
moment ini karena seperti yang kita tahu sebelumnya memang selalu harusnya
berkaitan kerjasama antar dunia pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan
juga pers," pungkasnya. (Edo/Marsidi).







No comments