Tidak Terima Bupati Diberitakan, Anak Tokoh Adat Ancam Bunuh Wartawan
Pesawaran, Kejarfakta.com -- Diduga tidak terima Bupati Pesawaran diberitakan, anak tokoh adat Gedung Tataan, Toni (40), warga Gedung Tataan, Pesawaran mengancam akan membunuh wartawan Sinarlampung.com. Toni sempat menghunus senjata tajam jenis badik, dan mencoba menikam, dikediaman Tokoh Adat Gedung Tataan, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 12.00 Wib.
Peristiwa itu dipicu pemberitaan dua hari lalu, terkait
Bupati Dendi yang menghadiri prosesi pesta adat tanpa pakaian adat Lampung.
Senin (18/2/2019) sekitar pukul 12.00, wartawan Sinarlampung.com, Agung Sugenta,
dihubungi oleh Imron, wartawan Bongkarpost, diminta datang kerumah Mat Nur,
tokoh adat Gedung Tataan, di kediamannya (mat Nur,Red) di Gedung Tataan. Disana
juga juga sudah ada Aprizal Afta tetangga Mat Nur.
Karena Agung sedang liputan di Dinas Pendidikan Pesawaran,
maka baru hadir sekitar pukul 14.00. Disana sudah Mat Nur menunggu. Baru sampai
teras rumah Mat Nur, langsung marah marah. "Kamu yang memberitakan soal
pakaian adat itu ya. Memang kamu dari mana. Mau Dendi datang tidak berpakaian
sekalipun, itu tidak masalah. Dan itu hak saya," kata Mat Nur, sambil
memaki-maki Agung.
Agung Sugenta menjelaskan bahwa benar dia adalah wartawan
sinarlampung.com, yang menulis berita itu. Mat Nur kemudian menanyakan sumber
berita itu, dan minta berita itu dihapus. "Kenapa dihapus pak. Jika ada
yang tidak sesuai, saya akan buat berita sanggahan, dan bisa dijelaskan,"
kata Agung Sugenta.
Mat Nur kemudian terlihat sibuk menghubungi orang lain. Tak
lama kemudian muncul Toni, yang secara adat Gedung Tataan adalh ipar. Saat tiba
di rumah Mat Nur, Toni juga langsung marah marah. "Ngapain kamu memberitakan
bupati. Buat malu bupati saja, hapus berita itu," kata Toni.
Yang dijawab oleh Agung, jika ada yang keberatan akan
disampaikan kepada redaksi. Namun Toni tiba tiba berdiri, dan mencabut senjata
tajam jenis pisau dari pinggangnya. "Saya bunuh kamu," ucap Toni,
sambil menghunus pisau, yang cepat di halangi Mat Nur yang lalu meminta Agung
Sugenta pergi.
Saat Agung Sugenta berjalan keluar rumah, dikejar oleh Toni sambil menghunus pisau. Agung Sugenta sempat terdorong dan terjatuh di pagar teras rumah. Lalu beberapa kerabat Mat Nur datang melerai.
Agung Sugenta kemudian melapor ke Polres Pesawaran, dan diterima
Kapolres Pesawaran AKBP Popon. Agung kemudian diperiksa diruang Reskrim Polres
Pesawaran. Agung juga melaporkan kasus ke pimpinan redaksi sinarlampung.com..
AKBP Popon, membenarkan adanya laporan percobaan penusukan
oleh oknum Ketua Adat Pesawaran. "Ya laporan sudah kita terima, dan saya
sudah perintahkan anggota untuk menangani kasus tersebut," kata Popon.
Sebelumnya diberitakan Bupati Pesawaran hadir pada resepsi
pernikahan putra dari Mad Nur, gelar Faksi Oelangan (Ketua adat desa Gedong
Tataan). Dendi hadir pada pukul 11.00 wib, Minggu(17/02/2019). Bertepatan
prosesi penyimbang adat sedang melangsungkan Ngamai Ngadok (memberi gelar pada
kedua mempelai).
Acara tersebut di hadiri penyimbang adat Gedongtaan, hadir
juga Rozali penyimbang adat Kesugihan yang merupakan orang tua angkat adat dari
Nanda Indira Dendi (istri Dendi) dan Rizali memberikan gelar adat Suntan Putri
Nata Makhga kepada istri Dendi. Kehadiran Dendi, tanpa mengenakana pakaian adat
disayangkan warga adat.
Afrizal Afta, warga adat setempat langsung berusaha
mengingatkan, jika Dendi lupa bawa sarung Ia pun berniat meminjamkan sarungnya
karena mengingat saat itu masih dilangsungkan acara adat, karena Dendi tiba di
acara prosesi adat Lampung, sementara Bupati Dendi tidak menggunakan Businnyang
(mengenakan sarung selutut) baju adat khas Lampung.
Afta sempat melepas sarungnya untuk dipinjamkan ke Dendi,
bukan karena dia bupati, tapi karena ingin menjunjung dan menghargai adat
dikampungnya. Namun melalui ajudannya Dendi menolaknya, meskipun saat hadir
dalam acara tesebut Dendi di sambut oleh Muaddin Yusuf selaku Ketua Majelis
Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran.
Dendi sendiri bergelar adat Suntan Bandakh Marga dan juga
dianugrahkan gelar Pengikhan Faksi Makhga dari Kesatuan Penyimbang Makhga Putih
(KPMP) Way Lima. Dari arsip tanggal 03 Desember 2016 Kesatuan Penyimbang Makhga
Putih (KPMP) Way Lima Kabupaten Pesawaran, mengadakan tradisi penganugerahan
gelar kepada Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ST., sebagai Pengikhan Faksi
Makhga beserta Istri Nanda Indira Dendi SE sebagai Khatu Kesuma Enton. (rls/red)






No comments