Kepsek SMPN 1 Suoh Lampung Barat Akhirnya Mengaku Khilaf Dan Minta Maaf
Kejarfakta.com,Lambar-- Kepala Dinas Pendidikan Bulki Basri ahirnya menanggapi laporan dari media online terkait dugaan pelecehan media online oleh kepala sekolah SMPN 1 Suoh Lampung Barat,dengan menggelar Pertemuan antara oknum kepala sekolah Rahmad dengan awak media online,pertemuan tersebut di saksikan,Kasi Kurikulum dan Penilaian Bambang Hermanto. Pihak Media Online di wakili oleh 8 wartawan dari berbagai media,Selasa (10/4).
Kepala Dinas Pendidkan Lambar menyampaikan kepada awak media online,bahwa hari ini saya memanggil kepala sekolah SMPN 1 Suoh Lampung Barat,untuk di minta klarifikasi tentang masalah ini,dan tadi Kepala Sekolah SMPN 1 Suoh Lampung Barat,mengakui kesalahannya,dan mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini kedepannya akan terjalin kerja sama yang lebih bagus antara media online dengan Dinas
Pendiddikan,khusunya dengan pak Rahmad selaku kepala sekolah SMPN 1 Suoh.
Di depan awak media Oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Suoh Lampung Barat meminta maaf kepada awak media online di Lambar, Permintaan maaf tersebut disampaikan Rahmad di kantor dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Lambar, Selasa (10/4). Kepsek Rahmad mengakui dirinya melakukan kesalahan dan khilaf, mungkin waktu kejadian dirinya sedang tidak fokus. Ada kelalaian bukan maksud dia menyinggung, mungkin karena dia sedang fokus menghadapi Ujian Nasional jadi kurang konsen, di tambah memang sinyal di suoh belum memadai jadi sering terjadi putus sinyal saat sedang kontak telepon.
Sementara itu Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdikbud Lambar Bambang Hermanto,kita sudah melakukan pembinaan terhadap kepsek Rahmad, dan sudah ketemu dengan kawan-kawan media ketemu di Dinas Pendidikan. Yang bersangkutan sudah minta maaf dan kawan-kawan media juga sudah memaafkan. Di akui Bambang, Disdisbud tidak memberikan sangsi kepada Kepsek Rahmad, namun diberikan pembinaan saja.
"Tidak kita berikan sangsi, tapi kita kasih pembinaan. Namun jika ini terulang kembali maka sudah pasti yang bersangkutan akan kita berikan sangsi tegas," ujarnya.
Kejadian bermula saat Salah seorang Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri SMPN 1 SUOH, Rahmad seolah mengejek kehadiran media Online di Kabupaten Lampung Barat.
Pasalnya saat wartawan salah satu media online,menghubungi pejabat di salah satu sekolah itu, untuk konfirmasi terkait kegiatan sekolah terutama kesiapan Ujian Nasional (UN), namun dengan congkaknya Rahmad menanyakan media tersebut media apa.
"Media mu ini media apa, yang dibaca orang itu media cetak (Koran), kalau Online itu tidak bisa dibaca siapa yang mau membacanya, ada-ada saja kamu. Kalau memang kamu punya koran bawak kesini biar kami baca, kalau Online tidak ada yang baca," kata Rahmad dengan nada mengejek.
Meskipun wartawan dari salah satu media online telah menjelaskannya dengan santai, tetapi kepsek tersebut tetap acuh dan tidak menggubris keterangan yang di jelaskan. Bahkan dengan sombongnya Rahmad mematikan vonsel-nya saat wartawan meyakinkan media-nya. (*)





No comments